Pembantu yang Beruntung 2
Latar Belakang ceritaku:
Sinta dan Santi adalah dua gadis kembar yang cantik dan sangat sexy, mereka mempunyai ukuran dada yang sama yaitu 36C, kulit mereka putih mulus, dan juga mereka sudah terbiasa melakukan sex dengan laki-laki. Dan laki-laki yang terakhir yang melakukan sex dengan mereka adalah pembantunya bernama Parmin, sejak kejadian tersebut mereka menganggap Parmin sebagai suami sekaligus ayah mereka karena mereka tidak ada figure laki-laki di rumah mereka karena ayah dan ibu mereka sudah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Cerita tentang Sinta, Santi, dan Parmin terus berlanjut.
Keesokan harinya setelah kejadian itu, Sinta&Santi terbangun dan melihat bahwa Parmin sudah tidak ada di tengah-tengah mereka. Sinta melihat jam dan ternyata sudah jam 9 pagi, untunglah hari ini mereka tidak mata kuliah, pasti mereka kelelahan sampai bangun kesiangan, lalu mereka berniat untuk mandi bersama. Mereka berdua masuk ke kamar mandi bersama, setelah di dalam mereka menatap mata satu sama lain, dan tiba-tiba Sinta langsung mencium mulut Santi, Santi membalasnya, mereka berciuman sangat hangat seperti layaknya kekasih, lalu ciuman Sinta beralih ke dada Santi, dia menjilati putingnya sampai-sampai Santi mengerang karena keenakan, Sinta menjilati puting adiknya selama 5 menit, lalu Sinta beralih ke ***** Santi dan menjilati ***** Santi selama 15 menit dan akhirnya Santi mengejang menandakan kalau dia orgasme, Sinta melahap cairan yang keluar dari ****** adiknya dengan rakus seolah dia sedang meminum jus, lalu Santi melakukan hal yang sama pada kakaknya, lalu mereka menyabuni diri mereka satu sama lain. Setelah selesai, mereka keluar kamar mandi dan mengeringkan badan mereka dengan handuk, lalu ketika akan berpakaian, Santi berkata “kak Sinta, ngapain kita pakai baju?, kan gak ada siapa-siapa kecuali Parmin lagipula Parmin kan udah ngeliat badan kita” Sinta menjawab “o iya ya, ya udah kita langsung turun aja”. Mereka berdua turun ke bawah dengan telanjang, di bawah mereka melihat Parmin sedang menyiapkan sarapan pagi, Sinta&Santi menghampiri Parmin, lalu Sinta meremas-remas ****** Parmin sedangkan Santi memasukkan lidahnya ke telinga Parmin, spontan Parmin kaget dan langsung menengok kebelakang, lalu Parmin berkata “eh non be’dua, ngagetin aja! Kok non-non ini gak pake baju sih?” Sinta menjawab “ngapain pake baju kan kamu udah ngeliat semua, lagipula supaya kamu gampang kalau mau make kita”. Parmin hanya diam mendengar kata-kata yang dulu dia impi-impikan yang sekarang jadi kenyataan. Lalu Sinta & Santi duduk di kursi makan dan Parmin duduk di antara mereka, Parmin memainkan ****** mereka dengan kedua tangannya tanpa memperdulikan bahwa mereka sedang makan, setelah selesai makan Parmin masih memainkan ****** mereka, badan mereka menggeliat-geliat karena Parmin lihai dalam memainkan jarinya di ****** mereka, 5 menit kemudian akhirnya mereka orgasme.
Sinta pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu, sementara itu di ruang makan, Santi berkata kepada Parmin “Bang, udah makan belum?” Parmin menjawab “belum non, emang kenapa?” Santi hanya tersenyum, tak lama kemudian Sinta datang dengan whipping cream dan susu kental di tangannya lalu Sinta mengoleskan whipping cream tersebut pada seluruh bagian tubuh adiknya, setelah selesai Santi berbaring di meja makan lalu berkata “ayo bang, kan bang Parmin belum sarapan, aku lah sarapan abang, lahaplah aku” lalu tanpa basa-basi lagi Parmin menjilati Santi mulai dari mukanya, setelah Parmin selesai membersihkan muka Santi, Parmin tetap menjilati muka Santi sehingga muka Santi basah karena air liurnya, lalu Santi berkata “ayo bang, bagian yang lain “dilahap”juga donk”.
Lalu Sinta mengambil handycam di kamarnya, setelah Sinta kembali ternyata jilatan Parmin sudah berpindah ke leher Santi. Sinta merekam momen itu. Lalu Parmin mengalihkan jilatannya ke dada Santi dan melahap ‘roti’ Santi yang putih mulus yang terbalut oleh whipping cream dengan rakus dan juga menggigit-gigit dada Santi hingga menimbulkan berkas merah di kulitnya, lalu dia melahap whipping cream di bagian perut Santi, setelah selesai Parmin menjilati bagian betis dan paha Santi terlebih dahulu, setelah selesai inilah saat yang ditunggu baik oleh Parmin, Santi maupun Sinta, Parmin menjilati whipping cream yang berada di luar ****** Santi, Santi mengerang keenakan, setelah whipping cream yang ada di luar ****** Santi sudah habis, Parmin memasukkan lidahnya ke dalam ****** Santi, setelah 10 menit Parmin memainkan lidahnya, Santi berkata “aaahhh,,,,,,Baaanngg,,,,,,akuuuu,,,,kee,,,luuuaaa rrrr,,,,!!!”
Mengalirlah cairan cinta Santi dari ******nya dengan deras yang langsung disambut oleh mulut Parin dengan rakusnya. Setelah cairan itu sudah habis ditelan oleh Parmin, Parmin berdiri dan melihat muka Santi yang merasa keenakan lalu Santi berkata “gimana bang, enak gak sarapannya?” Parmin menjawab “wuiih,,,,,ini mah bukan enak lagi non, tapi mantap!!”
Lalu Santi berdiri dan mengambil handycam dari kakaknya sambil berkata pada kakaknya “nah kak, sekarang giliran kakak” Sinta hanya mengangguk.
Sinta mendekati Parmin dan berkata “nah bang, tadi kan makanannya udah, gimana kalau minumannya” Sinta berbaring di meja makan, lalu Santi menumpahkan susu kental di semua bagian tubuh kakaknya, setelah tubuh Sinta ditutupi oleh susu kental, Sinta berkata “nah bang, silakan nikmati badanku yang berlumur susu ini sebagai minumanmu!”.
Parmin melakukan persis seperti apa yang tadi dia lakukan pada Santi kepada tubuh Sinta yang berlumur susu kental sehingga Sinta mengalami orgasme, setelah selesai Parmin berkata “aduh non, ini sarapan yang paling enak yang pernah saya rasain!”.
Santi berkata “badan kita jadi kotor lagi deh, Bang Parmin mau ngebersihin badan kita di kamar mandi gak?” Parmin mengangguk kesenangan. Lalu mereka bertiga menuju kamar mandi yang ada di kamar Sinta&Santi, sampai disana Sinta&Santi melepaskan baju Parmin hingga Parmin telanjang bulat, dan terlihatlah ****** Parmin yang sudah menegang sangat keras melihat tubuh mereka, langsung saja Sinta&Santi menyambar ****** Parmin dengan mulut mereka secara bergantian, Parmin hanya mendesah keenakan karena dia merasa di surga, ditemani dua wanita yang sangat cantik seperti bidadari, ketika Parmin akan mengeluarkan spermanya, Sinta&Santi menghentikan aktivitasnya, Parmin sedikit kecewa tapi dia langsung senang karena Sinta berdiri menghadap tembok dan membuka lebar-lebar selangkangannya sehingga ******nya yang indah dan merah merekah terlihat jelas oleh Parmin, langsung saja Parmin menusuk ****** Sinta dan memaju mundurkan badannya sehingga Sinta berteriak “aaaaahhhh,,,,mmm,,,mmhhhhhh,,,,,,” ketika Parmin sedang bersetubuh dengan Sinta tiba-tiba Santi mencium mulut Parmin dan memainkan lidahnya di mulut Parmin, 10 menit kemudian Parmin berkata “aaaaahhhh,,,noooonnn,,,,,,saa,,,,,,yaaaa,,,,,,kel uar!!”
Dan Parmin menyemburkan spermanya bersamaan dengan mengalirnya cairan dari ****** Sinta, lalu Parmin mencabut ******nya dari ****** Sinta, Santi melepaskan ciumannya pada Parmin dan langsung menjilati ****** Sinta hingga cairan yang ada di sekitar bibir ****** Sinta tidak tersisa, setelah itu Santi langsung mengulum ****** Parmin yang sudah mengecil sehingga Parmin agak kegelian, Santi menjilatinya sampai ****** Parmin bersih.
Parmin mengambil sabun dan menyabuni tubuh mereka berdua sampai bersih dan mereka pun melakukan hal yang sama pada Parmin setelah selesai, mereka bertiga keluar dari kamar dan membersihkan badan masing-masing, setelah itu Sinta berpakaian dan Santi berkata “kak, mau kemana, kok pake baju?” Sinta menjawab “mau beli sesuatu”. Setelah Sinta pergi, Santi dan Parmin menuju ruang tamu untuk menonton, lalu mereka menyetel video porno dan mereka menontonnya berdua, setelah filmnya habis Parmin langsung mengerjai Santi lagi, tapi kali ini dia memasukkan ******nya di lubang anus Santi yang masih sempit seperti vaginanya.
20 menit mereka melakukannya, lalu Parmin berkata “nooonnn……saya,,,,,,keellluuuuaaarrrr” menyemburlah sperma Parmin di lubang anus Santi, lalu setelah semburannya berhenti Santi langsung mengulum ****** Parmin hingga bersih. Habis itu Santi menyuruh Parmin untuk tiduran di sofa dan Santi naik ke atasnya lalu mengelus-elus muka Parmin dengan dadanya, lalu Santi menduduki muka Parmin sehingga ******nya tepat di hadapan muka Parmin, langsung saja Parmin menjilati ****** Santi yang sudah basah, sampai Santi mengalami orgasme.
Lalu Santi pergi ke kamarnya, dan kembali ke ruang tamu dengan memegang celana dalam khusus yang di bagian dalam celana itu terdapat dua dildo yang berada di depan dan belakang, dan Santi juga memegang sebuah remote untuk mengendalikan tersebut. Lalu Santi memakai celana dalam tersebut dan memasukkan dildonya ke ******nya dan lubang anusnya, lalu Santi memberikan remotenya pada Parmin dan berkata “Bang, nasib ******ku dan pantat aku ada di tangan abang”. Parmin menjawab “oke non” lalu bel berbunyi, Parmin membuka pintu dan ternyata ada 2 orang bapak-bapak, yang satunya Pak Rt yang bernama Darsono, umurnya 50an, perutnya gendut, dan terkenal genitnya pada perempuan-perempuan muda yang cantik khususnya Santi dan Sinta sedangkan yang satunya lagi adalah satpam di daerah komplek rumah Santi yang bernama Tono, umurnya 30-an, wajahnya sangat jelek bahkan lebih jelek dari Parmin. Parmin mempersilahkan mereka masuk, langsung saja Santi kabur ke kamarnya karena dia masih telanjang, Parmin pergi ke kamar Santi untuk memanggilnya, lalu Parmin melihat Santi sedang mengambil baju, dan Parmin langsung memeluknya dari belakang dan meraba-raba dadanya itu, Santi berkata ”Bang Parmin, mau gak pakein saya baju?” Parmin mengangguk. Lalu Parmin memakaian Tank top yang berwarna pink, setelah dipakaikan atasannya lalu Parmin menjilat tank top Santi dibagian kedua putingnya sehingga tank topnya basah hanya di bagian putingnya saja, Santi berkata “aduh,,,,bang Parmin nakal”. Parmin tersenyum mendengar kata-kata manja dari mulut Santi. Lalu Parmin memakaikan celana hot pants berwarna merah pada Santi, ketika Santi mengangkat kakinya Santi mendesah pelan karena dildo yang ada dalam ******nya dan anusnya juga ikut bergerak Setelah selesai, Santi langsung bergegas menemui kedua orang tadi, dan ketika bersalaman mereka berdua menelan ludah karena baju yang dipakai Santi sangat seksi, dan terlihat sedikit oleh Santi ****** mereka yang menyembul di balik celana mereka, memang sejak dahulu para bapak-bapak di kompleks selalu melotot ketika melihat Sinta&Santi karena mereka selalu memakai baju yang sangat seksi, lalu Santi mempersilakan mereka berdua duduk, Santi duduk di tengah-tengah mereka berdua, mereka menjelaskan bahwa mereka ke sini untuk berbicara keamanan kompleks, lalu ketika akan berbicara Parmin datang membawa minuman dan meyuguhkannya pada Pak Rt dan satpam tersebut, setelah itu mereka bertiga kembali mengobrol, pak Rt dan Tono tidak bisa melepaskan pandangannya pada tank top Santi yang basah di bagian putingnya saja, Santi tau kalau mereka memperhatikan tank topnya yang basah karena dijilat oleh Parmin.
Sementara itu di dapur, Parmin baru ingat tentang dildo yang dipakai oleh Santi, lalu Parmin mengambil kedua remote tadi dan menekan tombol. Santi yang sedang asyik mengobrol tiba-tiba mendesah karena gerakan dildo yang ada di dua lubangnya, otomatis pak rt bertanya “dek Santi, ada apa?” Santi menjawab “nnngggaak,,,,aapa,,,,aappa” dengan terbata-bata sambil menahan desahannya, Parmin hanya tersenyum melihat Santi yang sedang berusaha mati-matian menahan desahannya, Santi meliuk-liukkan badannya karena keenakan tapi Santi tetap berusaha fokus untuk berbicara pada Pak RT, tapi Pak Rt dan Tono menyadari bahwa hot pants mulai basah karena cairan kenikmatan yang dikeluarkan ****** Santi, Parmin masuk ke dalam tanpa menekan tombol off pada remote tersebut seakan memberikan Santi yang sedang horny pada mereka berdua.
Santi tau bahwa Pak Rt dan Tono sudah menyadari kalau dia sedang merasakan kenikmatan karena Pak Rt dan Tono sudah berani mendekati badan Santi yang meliuk-liuk karena gerakan dildo di lubang Santi. Lalu tanpa basa-basi lagi Pak Rt langsung melumat bibir mungil Santi yang dari tadi menutup karena dia takut mendesah, sedangkan Tono menjilati tank topnya sehingga tank topnya basah, lalu setelah itu mereka berdua kompak untuk melepaskan tank top Santi, setelah Santi telanjang dada Pak Rt berkata “wah, emang dek Santi ini montok sekali dadanya”. “iya, saya aja kalau coli pasti bayangin mbak Sinta atau mbak Santi” sambung Tono. Lalu mereka berdua menjilati dada Santi dengan rakus dan kadang menggigiti putingnya yang berwarna merah muda hingga Santi mendesah pelan “aaaahhh,,,,,saaa,,kiiittt,,,,,!!!”
Lalu mereka berdua melepaskan celana Santi dan betapa kagetnya mereka, kalau ternyata sejak tadi mereka berbicara Santi menggunakan dildo di kedua lubangnya. Sebelum membuka celana dalam khusus Santi, mereka membuka pakaian mereka terlebih dahulu sambil membiarkan Santi menikmati goyangan-goyangan dari kedua dildo tersebut. Dalam sekejap mereka berdua sudah telanjang, lalu dengan perlahan mereka membuka celana dalam Santi dan melihat pada dildo yang berada di ****** Santi berlumur cairan dalam jumlah yang banyak. Mereka melihat juga celana dalam Santi yang sudah sangat basah, Pak Rt dan Tono berebut untuk menjilati ****** Santi, mereka menjilati pangkal paha Santi dan ******nya secara bergantian sampai di daerah tersebut kering oleh mulut mereka, Santi berkata “udaaahhh,,,,,,,paaaaakkk,,,,,,,maasukkiiinn,,,,aa jaa!!!” lalu Pak Rt mengangkat Santi dan menurunkannya di lantai, lalu Pak Rt menyuruh Santi untuk menaiki ******nya (woman on top), Santi menuntun ****** Pak Rt ke liang senggamanya, setelah masuk ke liang senggamanya Santi langsung menaik-turunkan badannya, tapi Pak Rt mengajaknya berciuman, Santi meladeninya dengan menurunkan badannya tapi karena perut Pak Rt yang gendut, Santi jadi agak nungging kebelakang, ketika Santi sedang asik memainkan lidahnya di mulut Pak Rt, dia merasakan ada yang mengorek-ngorek lubang anusnya, dan tiba-tiba dia merasakan benda tumpul, lalu tiba-tiba benda tumpul itu langsung menusuk lubang anusnya dengan ganas, Santi melihat kebelakang dan ternyata pelakunya Tono, lalu mereka berdua menyeimbangi irama sehingga Santi merasa nikmat sekali kedua lubangnya dimasukki benda tumpul secara bersamaan, memang Sinta&Santi sangat suka jika main keroyok seperti ini.
30 menit telah berlalu, sepertinya Pak Rt akan orgasme karena dia mempercepat sodokannya dan tak lama kemudian Pak Rt menyemburkan spermanya ke dalam liang senggama Santi, 5 menit setelah Tono mencapai orgasme dan mengeluarkan maninya di lubang anus Santi. Mereka bertiga kelelahan, lalu tiba-tiba Santi berkata “udah pak, gak usah dicabut anu bapak”. Mereka berdua menuruti apa kata Santi dan mereka berdua mengapit Santi seperti sandwich, 5 menit berlalu tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang masuk ternyata orang itu adalah Sinta, lalu Sinta berkata “waduh,,bapak-bapak lagi nikmatin adik saya ya? Saya boleh ikutan gak?” Pak Rt dan Tono kaget mendengar perkataan yang keluar dari mulut Sinta karena mereka mengira kalau Sinta akan marah karena telah bersetubuh dengan adiknya, Sinta berkata “yee,, kok pada bengong, boleh gak nee?” mereka berdua mengangguk tapi masih tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, lalu Sinta melucuti pakaiannya sendiri dan dalam sekejap Sinta sudah telanjang, mereka langsung mendekati Sinta dan menciumi semua bagian tubuh Sinta tanpa terkecuali, lalu mereka ingin memasuki lubang Sinta tapi kali ini mereka berganti posisi, kali ini si hansip yang memasukkan ******nya ke lubang surga Sinta sedangkan pak Rt memasuki anusnya, 45 menit mereka bermain dan akhirnya mereka mengeluarkan spermanya bersamaan dengan orgasme Sinta, setelah mengobrol dengan Sinta&Santi selama 10 menit, mereka berpamitan kepada Sinta&Santi dengan menjilat payudara mereka, Sinta&Santi tersenyum kegelian. Setelah rumah mereka sepi, Santi berkata pada Parmin “abang nakal ya, lagi ngomong pak rt, dildonya dinyalain jadinya aku dientot deh….” Parmin hanya tersenyum. Lalu Santi berkata “kak Sinta, kakak beli apa sih, kok lama banget” sambil menunjuk bungkusan plastik yang ada di meja ruang tamu. Sinta menjawab “ooh itu, itu obat kuat buat Parmin supaya kita puas” Santi menjawab “asyik,,,,ntar malem kita bisa puas donk!!” lalu Parmin berkata “emang berapa lama non efeknya?” Sinta menjawab “bisa sampai 5 jam loh bang!!”
Parmin berkata “ntar non Sinta sama non Santi kecape’an lagi”, Sinta menjawab “gak bakal bang, kami kan dulu udah dilatih ama papa kami” Parmin tersenyum mendengar itu.
Lalu mereka bertiga pergi menuju kamar mandi untuk mandi bersama, di kamar mandi mereka berdua memandikan Parmin, sekarang Parmin merasa bagaikan raja karena dia dilayani oleh dua gadis yang sangat cantik yang selama ini hanya ada dalam khayalannya.
Jam menunjukkan jam 5 sore, dan pada saat itu ternyata para pembantu Sinta&Santi sudah pada pulang, Sinta&Santi merasa kecewa karena tidak bisa melakukan ‘itu’ dengan Parmin dan sepertinya Parmin juga kelihatan kecewa, tapi ide gila Santi muncul untuk mengajak semua pembantu laki-lakinya untuk menyetubuhi mereka berdua, lalu Sinta membisikkan pada Santi dan Santi mengangguk dengan penuh semangat karena mereka berdua memang suka jika ‘main’ keroyok, setelah itu mereka berdua membisikkan pada Parmin, Parmin kelihatan sedikit kecewa karena dia harus berbagi tubuh dua bidadari itu dengan teman-temannya, namun karena dirayu oleh dua orang bidadari maka akhirnya Parmin menyetujuinya. Pada jam 11 malam, Sinta&Santi menyuruh Parmin untuk memanggil semua pembantunya berjumlah 8 orang termasuk Parmin yang terdiri dari 6 pria dan 2 wanita ke kamar mereka, setelah semuanya datang ke kamar mereka, mereka berdua melepaskan baju mereka dibantu oleh Parmin, semua pembantu pria mereka yang berjumlah 5 orang menelan ludah karena Sinta&Santi sudah tidak memakai apa-apa sehingga menunjukkan tubuh mereka yang diidam-idamkan para lelaki, lalu Sinta&Santi memberikan obat pada 6 pria tersebut termasuk Parmin dan menyuruh mereka meminumnya, lalu Sinta&Santi memberikan handycam pada pembantu wanitanya, masing-masing diberi satu, mereka menyuruh pembantu wanitanya merekam segala peristiwa yang akan terjadi. Lalu Sinta&Santi berbaring di tempat tidur mereka dan mereka berkata secara bersama-sama “ayo, karena kalian udah setia sama kami, sekarang kami kasih bonus”.
Lalu ada seorang pembantunya berkata “bener nih non?” Sinta menjawab “udah jangan pada banyak ngomong deh, mau gak kami kasih bonus kayak gini?” mereka langsung menjawab secara serempak dan langsung mendekati Sinta&Santi yang sudah tidak memakai apa-apa sedangkan kedua pembantu wanita tadi merekam semuanya, dan terdengarlah suara-suara erangan Sinta&Santi, dan sepanjang malam tubuh mereka berdua disetubuhi oleh pembantu mereka tanpa henti