Archive for the Karya Dina_nakal Category

Bunga 2 : Berkunjung ke desa I

Posted in Karya Dina_nakal on 15 Maret, 2008 by elilagi

“hhhooaahhmm,,”, aku menguap sehabis bangun tidur. Mataku masih kerenyep-kerenyep sehabis bangun tidur, lalu aku meraih jam dan melihat jam berapa sekarang.
“ya ampun, udah jam segini, mampus gue”, aku kaget setengah mati melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, padahal waktu pengambilan rapor adikku jam 10.15, makanya aku langsung loncat dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi sambil membuka kaosku. Aku mandi cepat-cepat dan membersihkan tubuhku sintalku agar menjadi segar dan wangi. Aku keluar dari kamar mandi dan langsung mengeringkan badanku dengan handuk. Setelah kering, aku langsung memakai baju yang tersisa di lemariku yaitu kaos putih dan celana jeans. Saking terburu-buru, aku lupa memakai cd dan bh sehingga puting dan bentuk payudaraku yang bulat tercetak jelas di kaosku. Aku langsung mengunci pintu rumah, lalu menuju garasi untuk mengeluarkan mobil. Setelah mobilku keluar dari garasi dan sudah berada di depan gerbang rumah, aku keluar kembali untuk mengunci gerbang rumah, kemudian aku langsung masuk ke dalam mobil lagi dan menginjak pedal gas dalam-dalam alias ngebut.
Baca lebih lanjut

Bunga : Para Peronda Malam

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Namaku adalah Bunga Putri Laura, umurku baru saja menginjak 19 tahun, aku memiliki wajah yang dibilang cukup lumayan karena banyak cowok yang melirikku dari yang wajahnya tampan sampai yang wajahnya biasa-biasa saja. Aku sering merawat tubuhku mulai dari menyabuninya dengan sabun khusus, selalu ke spa, fitness, luluran, dan lain-lain sehingga sekarang aku bisa menuai hasil dari kerja kerasku untuk merawat tubuh, kini aku mempunyai kulit yang putih halus, payudara berukuran 34C, dan pantatku yang kencang dan kenyal. Aku memiliki hobi yang aneh sejak kecil, aku suka sekali jika bagian tubuhku terbuka sedikit sehingga para laki-laki melihatku dengan pandangan buas, entah darimana hobiku itu berasal, yang hobiku itu muncul ketika tubuhku sudah mulai berkembang yaitu ketika aku duduk di kelas 2 SMP.Di kampusku juga aku selalu menjadi pusat perhatian, sebetulnya aku tidak menjadi pusat perhatian di kampusku saja, tapi setiap tempat yang kudatangi, para pria langsung melirikku. Aku mempunyai adik perempuan yang bernama Rini. Dia masih duduk di kelas 2 SMP, dia selalu mengikuti gayaku, yah bisa dibilang dia mengidolakanku, maklum namanya juga anak SMP. Suatu hari, Rini sudah selesai ulangan dan hari Sabtu besok dia bagi rapor tengah semester (sistem pendidikan yang sekarang), tapi Sabtu besok kedua orangtuaku ada urusan bisnis jadi terpaksa aku yang disuruh mengambil rapor adikku.
“ah,, yah,, males ah,, aku kan mau jalan-jalan besok”.
“ntar papa kasih duit deh”.
“nah,, kalau itu baru ada pertimbangan, tapi berapa yah?”.
“seceng,,”, kata ayahku sambil tersenyum.
“yee,, kalo gitu gak jadi”.
“cuma be’canda,, ntar papa kasih 200 ribu,, kamu mau gak?”.
“ok,, thank’s yah”.

Baca lebih lanjut

Menjadi Asisten Dukun Hi-Tech

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Scene I : Perkenalan Karakter

“Vi, mau gak jadi pacar gue?”, tanya Wawan.
“emm,, sori nih Wan, tapi gue lagi gak mood punya cowok”, jawabku.
“emang kenapa?”.
“ya lagi males aja”.
“please,,,”.
“kan masih banyak cewek di kampus ini”.
“ya, tapi yang paling cantik disini kan lo”.
“ah, udah ah, gue lagi buru-buru nih”.
“Vina,,tunggu”. Aku tak mengindahkan panggilan Wawan dan pergi meninggalkannya. Wawan memang sangat tergila-gila padaku seperti laki-laki lainnya di kampusku, bahkan aku sempat melihat isi tasnya dan menemukan buku yang aneh, setelah kubuka ternyata isinya adalah biodataku.

Isi buku itu :
Nama : Vina Larasati
TTL : Bandung, 2 Desember 1987
Berat : 49 kg
Tinggi : 168 cm
Zodiak : Sagitarius
Hobi : baca, makan bakso, godain cowok
Warna favorit : Ungu, putih
Makanan favorit : bakso, pangsit, roti
Minuman favorit : jus alpuket, tequila
Artis idola : Beyonce, Christina Aguilera, Kangen Band
Tempat favorit : Blitz Megaplex, Komik kafe
Ukuran bh : 34B
Nama Ayah : Kusuma Chokro Aminanto
Nama Ibu : Mona Deliawati
Dan masih banyak lagi, tak kusangka bahkan dia lebih tau tentang aku daripada diriku sendiri.

Baca lebih lanjut

Dynasty Warrior 2

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Setelah semua pasukan dan jendralnya sudah cukup, kami pun sudah siap-siap untuk mengambil sebuah kota untuk pasukan sang pujaan hatiku yaitu Lu Bu. Tak kusangka, ada seorang jendral yang tak kuduga akan bergabung dengan pasukan kami yaitu Chen Gong, salah satu ahli pikir yang merupakan penasihat dari pasukan Cao Cao. Alasan dia bergabung dengan kami yaitu dia melihat kekejaman Cao Cao sehingga dia jadi benci sekali dengan Cao Cao.
“tuan Lu Bu,,saya punya gagasan bagus !”.
“cepat katakanlah, Chen Gong”.
“bagaimana kita ambil kota Pu Yang dari Cao Cao”.
“baiklah, ayo kita ambil Pu Yang”. Lalu kita berangkat menuju Pu Yang dengan jumlah jendral dan pasukan yang seadanya. Ternyata, dewi fortuna memihak pada kami, Cao Cao dan sebagian besar pasukan dan jendralnya sedang pergi memerangi Tao Qian karena salah satu jendral dari pasukan Tao Qian telah membunuh ayah Cao Cao sehingga membuat Cao Cao marah besar dan langsung mendeklarasikan Tao Qian sebagai musuhnya.

Cao Cao yang sangat marah menyerang pasukan Tao Qian dengan kekuatan penuh sehingga hanya tinggal beberapa ribu pasukan dan sedikit perwira yang menjaga Pu Yang. Dengan kekuatan berperang seperti Lu Bu, Zhang Liao, Gao Shun dan lain-lain, kami dengan mudah menyerang hingga ke gerbang kota. Tiba-tiba gerbang terbuka dan ada seseorang disana, namanya Cheng Miao. Rupanya dia adalah salah satu perwira pasukan Cao Cao dan ingin berkhianat dan menjadi bawahan Lu Bu. Karena pengkhianatan Cheng Miao, kami dengan mudah mengambil Pu Yang. Malam harinya, kami semua mengadakan pesta karena keberhasilan kami merebut Pu Yang, dan tentunya setelah pesta aku dan Lu Bu pergi ke kediaman Lu Bu di Pu Yang yang baru dibelinya.
“Lu Bu, akhirnya kita punya kota sendiri untuk diperintah”.
“benar sekali, Diao Chan, aku senang sekali”.
“kalau begitu mari kita rayakan, malam ini akan aku berikan sesuatu yang spesial”.
“apa itu, Diao Chan?”.
“kamu akan kuperbolehkan untuk menikmati lubang anusku”.
“tapi apa kamu yakin? apa nanti kamu tidak takut terluka?”.
“tidak apa-apa, untukmu segalanya akan kuberikan”.
Baca lebih lanjut

Dynasty Warrior 1

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Namaku adalah Diao Chan, aku adalah anak dari Wang Yun yang merupakan seorang ahli pikir yang sangat pintar. Sejak kecil aku menjadi pusat perhatian di sekolah karena wajahku yang luar biasa cantik. Aku terus belajar agar aku bisa menyaingi kepintaran ayahku. Umur 19 tahun aku menyelesaikan sekolahku dan belajar sedikit bela diri karena sangat penting bagiku yang memiliki wajah yang cantik untuk bisa membela diri jika ada laki-laki hidung belang yang menggodaku. Bersamaan dengan lulusnya aku dari sekolah, ayahku, Wang Yun, menjadi anak buah dari Dong Zhuo yang merupakan raja yang sedang dalam masa keemasannya. Dong Zhuo sering dipanggil ‘Raja Babi’ karena dia memang mempunyai hidung besar, wajah yang jelek, dan perut yang buncit, ditambah lagi sifatnya yang rakus, aku rasa sebutan itu memang cocok untuknya. Terdengar kabar kalau para raja-raja dari daerah lain berencana untuk menghancurkan kekuasaan tirani Dong Zhuo, mendengar hal ini, Dong Zhuo langsung merekrut Lu Bu dengan imbalan Red Hare, kuda yang bisa lari sejauh 500 km dalam sehari.

Keesokan harinya, tentara sekutu yang terdiri dari Liu Bei dan saudara-saudara angkatnya, keluarga Sun, Cao Cao dan pasukannya, serta Yuan Shao sebagai pemimpin tentara sekutu sudah mulai bergerak menuju Lou Yang. Dong Zhuo langsung menyuruh Hua Xiong menghadang tentara sekutu, sementara Lu Bu menunggu di Hulao Gate untuk menghancurkan sisanya. Aku jadi penasaran bagaimana rupa Lu Bu, yang menurut rumor Lu Bu adalah orang terkuat di Cina dan bisa mengalahkan 5000 orang jika dia sudah mulai bergerak. Aku menunggu di depan gerbang kota supaya aku bisa melihatnya. Beberapa Perwira sudah melewatiku dan aku belum melihat kuda berwarna merah yang disebut-sebut sebagai Red Hare itu. Akhirnya, aku melihat seorang perwira menaiki kuda merah mendekati pintu gerbang. Orang itu sangat gagah dan besar, wajahnya juga tampan, dia melemparkan senyuman kepadaku, aku memberikan senyuman juga kepadanya, dalam waktu yang cepat aku tau kalau dia adalah Lu Bu.

Setelah melihatnya, aku langsung pulang sambil bertanya-tanya apakah penisnya cukup besar dibanding badannya yang gagah itu dan aku pun mulai membayangkan bagaimana kalau Lu Bu telanjang. Tak lama kemudian, ayah pulang dan membawa kabar kalau pasukan Dong Zhuo dipukul mundur oleh tentara sekutu bahkan Hua Xiong tewas dalam pertempuran dan Lu Bu berhasil dipukul mundur oleh kerja sama Guan Yu, Zhang Fei, dan Liu Bei. Karena terdesak, Dong Zhuo memerintahkan semua bawahannya untuk memindahkan kekuasaan pasukannya ke kota Chang An dan menyuruh Lu Bu untuk mengambil semua harta dari penduduk Luo Yang dan membakar Luo Yang. Dong Zhuo berhasil memindahkan kekuasaannya ke Chang An dan memukul mundur pasukan Cao Cao yang mengejarnya dengan serangan penyergapan dari Xu Rong yang akhirnya terbunuh juga. Takut tak ada kesempatan lagi, pasukan sekutu mulai merencanakan untuk menghancurkan pasukan Dong Zhuo dari dalam. Ayahku yang mulai benci kepada Dong Zhuo mengirim pesan kepada Yuan Shao kalau dia setuju untuk membantu pasuka sekutu. Ayahku memikirkan bagaimana caranya membunuh Dong Zhuo, akhirnya dia mendapat ide untuk menggunakan anak angkat Dong Zhuo yaitu Lu Bu. Ayahku menyuruh aku untuk mendekati Dong Zhuo dan Lu Bu.
Baca lebih lanjut

Gadis Pemuas : Program Diet

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Setelah 2 tahun sejak aku mendapat kecelakaan, sekarang aku sudah kuliah mengambil jurusan design graphis karena memang itulah hobiku. Tak disangka sejak kejadian itu, tubuhku sekarang menjadi tambah sekal saja karena payudaraku kini berukuran 36B dan bongkahan pantatku semakin kencang dan padat, juga kulitku semakin putih karena aku rajin merawat tubuhku. Oh ya, gara-gara kejadian kecelakaan pesawat 2 tahun lalu, aku bisa mengeluarkan susu dari putingku meskipun umurku baru 19 tahun dan aku juga belum pernah hamil, ini dikarenakan aku meminum suatu ramuan dari suku yang merawatku ketika aku terdampar di sebuah pulau. Dan 7 bulan lalu aku mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan aku menjadi mandul, aku sedih karena rencanaku sehabis kuliah aku ingin mencari pendamping hidup dan mengakhiri petualangan-petualangan gilaku, tapi ternyata takdir berkata kalau aku tidak boleh berhenti menjalani petualangan sex yang gila.

Sebenarnya aku sudah bosan karena dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai kuliah aku menjadi primadona, tapi apa mau dikata, mungkin sudah menjadi kodratku. Dan resikonya menjadi primadona, ya banyak cowok yang berusaha pdkt padaku, mulai dari cowok kaya, cowok ganteng, bahkan sampai cowok yang pinter berusaha mati-matian untuk dekat-dekat denganku. Tapi dari mereka semua tak ada yang kuanggap serius karena aku memang malas punya pacar, dan temanku tidak hanya cowok saja tapi temen cewekku juga segudang karena aku tidak pernah menolak siapapun yang ingin berteman denganku. Ada satu cowok gendut yang selalu diam sendirian, dan dia gemetaran jika kuajak bicara, aku malah jadi penasaran dengan cowok gendut yang biasa dipanggil ‘Big Mac’ itu, dan kebetulan ada tugas final yang harus dibuat oleh 2 orang dalam 1 kelompok. Setelah dosen keluar, para cowok & cewek yang ada di kelas datang ke mejaku untuk memintaku sekelompok dengan mereka, tapi aku ingin menyelidiki si ‘Big Mac’ ini.

Baca lebih lanjut

Kembar Pemangsa : Tukang Parkir

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Aku bernama Mitha, umurku 19 tahun, aku adalah seorang mahasiswi biasa tapi banyak yang menyaranku menjadi model karena aku mempunyai tinggi yang semampai, perut ramping, kulit putih mulus, wajah cantik, dan body yang bisa membuat para cewek yang lain iri sementara para cowok akan menelan ludah melihat bodyku karena bongkahan pantatku kencang dan padat, dan juga payudaraku berukuran 36C, tapi aku tidak mau karena aku malas menjadi model. Aku juga mempunyai saudara kembar yang identik denganku, namanya Meytha, umurnya juga 19 tahun. Meytha mempunyai hidung yang mancung, alis yang tipis, dan bibir tipisnya yang sering dihiasi oleh lipgloss rasa apel. Kami sama dalam segala hal mulai dari wajah, sifat, kepintaran, bentuk tubuh, bahkan sampai ukuran payudara kami juga sama yaitu 36C. Kami memang sengaja tidak membedakan penampilan kami karena aku sering bertukar posisi dengan Meytha dalam hal mata kuliah, aktifitas, pacar, mengerjai teman, dan bahkan dalam menghadapi pacar yang kadang-kadang menyebalkan. Kami juga sangat suka sex karena keperawanan kami dirampas oleh pacar kami masing-masing dan sejak itu kami jadi ketagihan dengan sex.Meskipun aku dan Meytha mempunyai banyak teman cewek ataupun cowok, tapi kami lebih suka berjalan berdua saja karena terasa lebih nyaman untuk membicarakan hal-hal pribadi ke saudara kita sendiri daripada ke teman se gengku ditambah lagi Meytha adalah saudara kembarku, tentu saja dia lebih mengenalku daripada orang lain. Di geng, aku dan Meytha dianggap sebagai ketua karena kami paling cantik diantara yang lain, meskipun sangat terkenal di kampus kami tidak pernah membedakan teman bergaul, kalau orang itu baik dan ramah kepada aku maupun Meytha, pasti kami juga baik kepadanya meskipun orang itu tidak populer.

Aku berjalan berdua dengan Meytha ke tempat parkir karena mata kuliah kami untuk hari ini sudah selesai. Selama kami berjalan ke tempat parkir, banyak teman-teman cowok memperhatikan kami, mungkin mereka mengkhayal betapa beruntungnya jika mereka bisa berada di tengah-tengah kami dan menggandeng tangan kami.
“Mey, gimana kalau kita shopping dulu bentar?”.
“ah, gak ah, gue capek banget nih, gimana kalau kita ke cafe aja?”.
“yaudah, boleh juga, yuk”. Ketika aku dan Meytha membuka pintu mobil, ada seorang lelaki yang mendekati kami, dan itu adalah pacar Meytha, tapi Meytha sudah benci pada pacarnya itu karena Meytha pernah melihat pacarnya bermesraan dengan cewek lain.
“Mey sayang, tunggu !!”.
“ada apa lagi sih, aku udah bilang, aku gak mau ngomong lagi ama kamu!!”.
“Mey, tunggu, aku mau jelasin soal cewek yang kamu lihat waktu itu”.
“jangan ngomongin itu lagi,, pokoknya sekarang kita putus!! Mit, ayo kita tinggalin cowok berengsek ini”. Lalu aku dan Meytha masuk ke dalam mobil, kemudian aku langsung mengunci pintu mobil sementara si -mantan pacar- Meytha masih mencoba untuk membuka pintu.

Baca lebih lanjut

Gadis Pemuas : Di Dalam Hutan Lebat 2

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Aku bangun membuka mataku melihat disekitarku Ulfsaar sedang mempersiapkan sesuatu, aku bangun dari ranjang sambil mengucek-ngucek mata.
“eh, kamu udah bangun, gimana enak gak tidurnya”.
“enak banget, ngomong-ngomong kamu lagi ngapain sih?”.
“oh, aku lagi buatin makanan buat kamu, kan kasihan kamu belum makan”.
“wah, kebetulan, aku laper banget”. Kemudian Ulfsaar menaruh makanan di depanku, aku langsung mengambil dan menyantapnya karena aku sangat lapar, sementara Ulfsaar membuatkan minuman. Tak kusangka ternyata makanan suku Baro ini sangat enak karena rasanya sangat pas di lidahku, maka dari itu aku lebih lahap memakan makanan itu sambil meminum minuman yang telah disediakan Ulfsaar.
“wah, gak nyangka ya, kamu cantik tapi makannya ganas juga”.
“abisnya, aku laper banget sih”.
“hehe,,yaudah makan yang banyak, biar kamu nanti gak lemes”.“ok, tenang aja”, lalu aku mulai makan lagi sampai benar tidak ada sisa di piring yang terbuat dari tanah liat itu. Aku mengelap mulutku dengan punggung tanganku dan minumannya juga kuhabiskan.
“woah, enak banget”.
“bagus, sekarang kita keluar, kepala suku Utha dan yang lain udah gak sabar pengen nyobain pantat kamu”. Kemudian, aku dan Ulfsaar keluar dari tenda dan semua orang langsung menengok ke arah kami setelah itu mereka semua membungkukkan badan mereka karena aku dianggap dewi oleh mereka. Aku jadi merasa tidak enak disembah seperti ini, tapi aku tidak bisa menyuruh mereka untuk bangun karena aku tidak bisa bahasa mereka. Kami berdua berjalan menuju panggung yang menjadi tempat persetubuhanku sebelumnya, sambil berjalan aku berpikir apa nanti anusku tidak luka karena penis mereka besar-besar, karena memikirkan itu aku jadi agak takut, tapi aku tetap maju karena birahiku sudah memuncak akibat memikirkan bagaimana tubuhku akan dinikmati oleh mereka.

Akhirnya aku sampai di depan Utha, setelah itu Utha dan Ulfsaar berbicara.
“zanunari kokuandekan?”.
“cahiramunto susuna uja daluar”. Lalu, Utha berbicara kepada 2 pengawal yang ada di sampingnya, sementara aku bertanya kepada Ulfsaar.
“tadi kalian ngomong apa sih?”.
“tadi kepala suku Utha nanya, apa kamu udah bisa ngeluarin susu, aku bilang udah”.
“oohh, gitu, terus kapan mulainya?”.
“ya abis kamu tunjukkin pantatmu ke semua orang”.
“ooh gitu”.
“nah sekarang, kamu agak bungkuk”. Lalu, aku membungkukkan badanku dan membelakangi para penonton sehingga pantat dan vaginaku yang menggugah selera terpampang jelas di hadapan para suku Baro yang berkumpul di depan panggung. Kemudian, Utha berdiri di sampingku.
“purahota oranku wukan”. Aku bertanya kepada Ulfsaar yang ada di depanku.
“tadi, kepala suku ngomong apa?”.
“sekarang, dia mau ngorek-ngorek vagina ‘n pantat kamu di depan rakyat”.
“waw, asik”.
“kamu suka kalau ditonton orang banyak ya?”.
“iya, aku suka banget”.

Baca lebih lanjut

Gadis Pemuas : Di Dalam Hutan Lebat

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Akhirnya lama kelamaan aku mulai sadar, aku merasakan kepalaku sakit sekali karena terbentur batu, kepalaku juga berdarah, aku menyeka darahku dengan punggung tanganku. Lalu aku perlahan bangun dengan sakit yang masih terasa di kepalaku, setelah kondisi badanku sudah tenang, aku baru ingat kalau sebelum aku pingsan aku sedang dikejar-kejar segerombolan orang yang aneh. Kemudian aku melihat sekitarku tapi percuma saja karena keadaan yang gelap gulita, karena aku sama sekali tidak mengenakan apa-apa di tubuhku, dinginnya malam menusuk sampai ke tulangku. Aku bingung harus kemana karena aku hanya melihat pohon-pohon tinggi yang menghalangi pandanganku tapi aku bisa mendengar ada suara aliran air karena suasana sangat sepi sekali. Aku memutuskan untuk mencari dimana aliran air itu, jadi aku masuk ke dalam hutan yang lebat.Ternyata lumayan jauh, tapi akhirnya sampai juga. Karena aku sangat haus, aku tidak memperdulikan lagi betapa dinginnya air sungai itu, setelah beberapa teguk tenggorokanku terasa sangat segar, selain meminum air sungai aku juga mencuci dahiku yang berdarah serta wajahku. Karena tanggung aku sekalian saja membasuh tubuhku juga, tapi akibatnya, setelah selesai aku menggigil karena sangat dingin, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar tubuhku hangat.
“mendingan gue lari di tempat aja”, pikirku. Kemudian aku mulai lari di tempat untuk menghangatkan tubuhku, setelah badanku sudah agak hangat, aku berhenti lari di tempat. Tiba-tiba aku mendengar suara dari semak-semak, aku langsung menoleh ke sumber suara itu dan melihat disana ada sekelompok serigala yang sedang mengintaiku, aku bingung harus bagaimana jadi aku langsung lari dari tempat itu, tentu saja para serigala itu langsung mengejarku ke dalam hutan. Ketika aku sudah terkejar oleh para serigala itu, aku menginjak perangkap jala dan aku langsung tertarik ke atas. Setidaknya aku selamat dari para serigala itu, dan aku bisa beristirahat sebentar.

Aku bangun ketika aku merasakan tangan dan kakiku diikat, setelah aku membuka mataku rupanya aku tangan dan kakiku diikat di kayu yang sedang digotong oleh 2 orang yang berkulit hitam. Aku merasa seperti hasil buruan yang baru ditangkap oleh mereka, aku hanya menutup mataku dengan pasrah karena aku mengira sebentar lagi aku akan dibunuh dan mungkin dimakan oleh mereka. Tak lama kemudian, tubuhku terasa berhenti bergoyang-goyang, aku membuka mataku melihat orang-orang berdiri mengelilingiku, lalu tubuhku ditaruh secara perlahan, dan ikatan di kaki dan tanganku dilepaskan. Baru aku berpikir untuk menerobos kerumunan orang-orang hitam yang mengelilingiku, tubuhku sudah diangkat oleh 2 orang yang membawaku tadi ke tiang kayu yang sangat besar dan terletak di atas tempat yang seperti panggung. Mereka mendirikanku disana dan mengikat pergelangan tangan dan kakiku lagi di tiang kayu itu, setelah mengikatku kedua orang hitam itu turun dari panggung dan masuk ke sebuah tenda berbentuk aneh yang kuduga tenda itu adalah rumah mereka.

Baca lebih lanjut

Gadis Pemuas : Kecelakaan Pesawat

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Sudah seminggu aku melayani Mang Ucup dan Mang Yadi secara non stop di rumahku sendiri, sampai hari minggu aku suruh mereka pulang.
“mang Yadi ama mang Ucup pulang dong, aku kan capek ngelayanin terus”.
“yah, 1 hari lagi deh, Rasti sayang, abang ama Mang Yadi masih ketagihan ama vagina kamu”.
“yah, bang, pliis pulang ya, soalnya aku juga pengen nemuin orang tuaku”.
“tau Lo Cup, kan kasihan neng Rasti, masa ngelayanin kita terus”.
“yaudah deh, gak papa, kalau gitu kami beres-beres dulu ya, sayangku”, setelah beres-beres aku mengantar mereka sampai ke pintu tanpa memakai baju dan dengan tubuh yang berlumur sperma.
“sayangku, kapan lagi kita ketemu?”.
“hari senin minggu depan ya Mang Ucup,, soalnya selama 1 minggu, aku mau nemuin orang tuaku”.
“ok, kalau gitu, sampai ketemu senin minggu depan ya, sayangku”.
“ati-ati sayang, oh ya Mang Yadi kalau misalnya kapan-kapan mau aku layanin lagi, telpon ke hpku aja ya, nomernya udah aku kasih kan?”.
“udah, nih dia. Ok deh, neng Rasti tapi kayaknya dalam waktu cepat abang bakal nelpon neng lagi deh, soalnya abang ketagihan ama vagina neng, sempit ‘n peret banget”.
“ah, Mang Yadi bisa aja,, udah, nanti dicariin ama keluarganya loh”.
“yaudah, kami pulang dulu, makasih ya atas pelayanannya,,kayak di hotel aja,, hehe”, lalu sebelum mereka pergi mereka meremas-remas payudaraku dan menarik putingku.
“dah,,,”, kemudian mereka naik motor Mang Ucup dan pergi menjauh dari rumahku.Akhirnya aku bisa mengistirahatkan tubuhku yang kelelahan ini, lalu aku pergi ke kamarku dan merebahkan tubuhku di atas ranjang yang tercecer noda sperma di mana-mana baik yang sudah mengering maupun yang masih basah, lama kelamaan mataku berat dan akhirnya aku tertidur dalam ruangan yang dipenuhi bau sperma. Kubuka mataku yang masih lengket, dan aku meregangkan tubuhku yang kini sudah tidak pegal lagi, kulihat jam dinding ternyata sudah jam 10 siang, aku bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Setelah selesai mandi, aku turun ke bawah untuk makan, kemudian aku membersihkan kamarku dari sperma yang tercecer di lantai maupun di atas ranjang. Lalu setelah semuanya beres, aku menelpon.
“halo, international airport”.
“ya, bisa kami bantu?”.
“saya ingin memesan tiket pesawat terbang”.
“tujuan mana?”.
“Amerika”.
“atas nama siapa?”.
“atas nama Rasti Lestari”.
“kelas apa, nona Rasti?”.
“kelas VIP”
“baik, terima kasih atas pemesanannya, penerbangan pada jam 1.30 siang”.
“terima kasih”, kemudian aku menutup telpon.

Lalu aku mengemas baju, celana, pakaian dalam, dan segalanya, tapi aku lupa siapa yang akan menjaga rumah ini, untungnya aku ingat kalau tanteku dan keluarganya akan menempati rumahku selama aku liburan seperti biasa. Akhirnya jam 11 siang tanteku dan keluarganya datang, kemudian aku menyediakan makanan dan mengobrol-obrol dengan mereka, aku tau anak tanteku yang pertama yaitu si Yudi selalu mencuri-curi pandang ke arah dadaku, Yudi berumur 15 tahun, jadi aku maklumi betapa dia sangat penasaran melihat payudaraku, tapi aku buang jauh-jauh pikiran nakalku karena sebentar lagi aku akan pergi ke bandara. Tak terasa sudah jam 1/2 1 siang, aku berpamitan kepada tanteku untuk pergi, setelah sampai di bandara aku langsung naik ke pesawat, dan 10 menit kemudian pesawat berangkat. Di sebelahku ada ibu dengan anak perempuannya, ibu itu sangat ramah kepadaku dan anaknya yang berusia 15 tahun itu juga baik dan ramah, akhirnya mereka berdua memperkenalkan diri. Sang ibu bernama Sandra, asalnya dari New York, wajahnya cantik untuk perempuan yang sudah berumur 42 tahun, sedangkan anaknya bernama Monic, dia mewarisi kecantikan ibunya, bahkan melebihi kecantikan ibunya, dan biarpun umurnya baru 15 tahun, tapi badannya hampir menyaingiku karena payudaranya kelihatan sangat montok dan kencang seperti payudaraku.

Baca lebih lanjut

Gadis Pemuas : Tukang Sapu Sekolah 2

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Aku kasih tau lagi semua cerita yang aku buat bukan pengalaman pribadi, melainkan 100% karangan. Dan ceritaku pakai sudut pandang pertama biar lebih gampang ceritanyaSudah seminggu aku melayani Mang Ucup, setiap hari sehabis pulang sekolah malam harinya dan jika sabtu minggu, Mang Ucup dan aku janjian untuk bertemu di tempat yang biasa menjadi tempat pergumulanku dengan Mang Ucup yaitu gudang sekolah. Semenjak aku sering melayani Mang Ucup di gudang sekolah, Mang Ucup jadi lebih rajin membersihkan gudang sehingga gudang sekolah menjadi bersih dan Mang Ucup mendapat pujian dari kepala sekolah karena gudang sekolah jadi lebih bersih, peribahasa “sambil menyelam minum air” mungkin tepat untuk Mang Ucup karena selain menjalankan tugasnya, dia juga bisa menikmati tubuhku setiap malam.

Meskipun Mang Ucup sudah berumur 60 tahun, kulitnya hitam, rambutnya beruban, giginya banyak yang ompong, tapi aku sayang kepadanya karena penisnya bisa membuatku ketagihan, bahkan karena terlalu ketagihan aku tetap bersetubuh dengan Mang Ucup meskipun aku sedang ulangan. Untungnya ulanganku bisa kukerjakan dengan baik sehingga aku yakin raporku bagus yang akan kuterima 1 minggu lagi, dan tentu saja selama 1 minggu aku melayani Mang Ucup setiap malam. Benar dugaanku, raporku bagus dan aku naik kelas, aku sangat senang melihat nilaiku yang bagus. Malam harinya, setelah aku selesai melayani Mang Ucup.
“sayang, selamat ya, kamu naik kelas”.
“iya dong, siapa dulu, Rasti gitu loh, oh ya, untuk ngerayain, Mang Ucup mau gak nginep di rumah aku selama 1 minggu?”.
“mau banget, tapi di rumah kamu emangnya gak ada orang?”.
“gak ada, makanya aku minta abang nemenin aku, mau gak?”.
“pasti abang mau dong,,,”.
“oh ya Mang, bawa temen ya, biar tambah rame”.
“ok sayangku,,”.
Lalu dia mengantarku pulang, dan seperti biasa aku berciuman dengan Mang Ucup sebelum dia pergi, kemudian aku masuk ke dalam rumah.

Baca lebih lanjut

Gadis Pemuas : Tukang Sapu Sekolah

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Aku terbangun ketika aku merasakan tubuhku digoyang seseorang, ternyata Mbok Parti yang membangunkanku. Untungnya, Mbok Parti pulang lebih awal sehingga ada yang membangunkanku karena jam wekerku mati, setelah mataku sudah bisa dibuka lebar, aku langsung mandi dan bersiap-siap, kemudian aku pergi ke sekolah dengan ojek. Di pangkalan ojek, para tukang ojek berebutan untuk memboncengiku karena selain aku wanita, wajahku cantik, dan juga seragam sekolahku sangatlah seksi, tentu saja mereka pada berebut.

Tentu saja ketika aku sampai di sekolah, teman-teman cowokku menyapaku dan berebutan memintaku untuk jalan bareng ke kelas. Tapi, aku menolak karena aku sedang ingin jalan ke kelas sendirian. Aku belajar di sekolah seperti biasa sampai pulang ke sekolah. Setelah pulang, aku mengobrol-obrol dengan teman-temanku di kantin sekolah, seperti biasa banyak teman-teman cowokku yang ingin duduk dekat aku, aku sih gak masalah yang penting bisa nyambung kalau bicara denganku.

Ketika aku sedang mengobrol dengan teman-temanku, aku melihat tukang sapu sekolahku mencuri-curi pandang kepada aku dan disaat mata kami saling bertemu, aku memberikan senyuman dan dia juga membalas dengan senyuman. Sifat gila dan nakalku mulai kambuh lagi karena aku ingin memberikan tubuhku kepada tukang sapu sekolah yang sudah berumur 60 tahun itu. Lalu aku mengobrol dengan teman-temanku sampai sekitar jam 6 sore sehingga satu per satu temanku sudah dijemput oleh supir mereka ataupun ayah mereka. Hingga tinggal aku yang ada di kantin sekolah, sedangkan orang yang berjualan di kantin juga sudah pulang semuanya. Seram juga sendirian di kantin, jadi aku pergi untuk menjalankan rencanaku yaitu menggoda tukang sapu sekolah yang bernama Mang Ucup.

Setelah aku cari-cari tidak ketemu dan juga keadaan bertambah seram, aku berniat untuk pulang ke rumah, tapi sebelumnya karena suasana yang lumayan dingin, aku jadi ingin ke kamar mandi. Setelah aku menyelesaikan “panggilan alam”, aku mencuci tanganku di wastafel, lalu aku mengaca di depan kaca besar yang ada di sebelah wastafel untuk merapihkan pakaian dan rambutku. Sebelum keluar dari kamar mandi, aku meminum pil pencegah kehamilan yang bisa sampai satu minggu. Ketika aku keluar dari kamar mandi, aku bertemu Mang Ucup sedang mengepel lantai di depan pintu kamar mandi.

“neng Rasti, kok belum pulang hari gini?”.
“dari tadi mau pulang cuma aku kebelet pipis, jadinya aku ke toilet dulu”.
“gimana, lancar gak?”.
“lancar apanya?”.
“pipisnya neng lancar gak?”.
“oh, pipis aku lancar kok,, “.
“oh ya, baju neng keliatannya sempit banget ya”.
“abisnya gak ada baju lagi sih, emang kenapa bang, seragam aku bikin nafsu ya”.
“iya, baju neng tuh sexy banget,,”.
“tapi abang suka kan?”, melihat aku tidak menolak mengobrol hal-hal yang jorok, Mang Ucup semakin mengarahkan obrolan kami ke arah yang berbau sex dan sepertinya Mang Ucup sudah sangat bernafsu melihat tubuh putihku yang dibalut seragam super ketat dan super mini.

Aku baru ingat kalau aku biasa pusing lalu pingsan setelah meminum obat pencegah kehamilan. Benar saja, tiba-tiba kepalaku pusing tujuh keliling dan aku langsung tak sadar kemudian tubuhku langsung ambruk ke Mang Ucup, setelah itu aku tidak tau lagi. Aku mulai sadar ketika kurasakan benda asing memasuki vaginaku, spontan kubuka mataku dan aku melihat Mang Ucup sedang memasukkan 2 jarinya ke dalam vaginaku sementara tangan satunya menutupi mulutku. Mang Ucup terus mengobok-obok vaginaku dengan 2 jarinya, 10 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan seperti, lalu tubuhku mengejang dan akhirnya cairan vaginaku mengalir deras. Kemudian Mang Ucup melepaskan tangannya dari mulutku juga vaginaku, lalu berkata “maaf neng, abang udah gak tahan”, aku mengatur nafasku dulu baru aku menjawab “ah, gak apa-apa kok bang, aku tau kalau gak ada laki-laki yang tahan kalau ngeliat aku pake seragam ini”. “bener nih non, gak apa-apa?” tanyanya lagi, “iya, bener, tapi jangan disini donk, gak enak, serem lagi” balasku karena aku dikerjai di bangku kantin.
“yaudah, yuk ke gudang aja”.
“oh ya, ngomong-ngomong celana dalamku kemana?”.
“nih, tadinya mau Mang Ucup buang tapi takut non marah”.
“untung gak dibuang, kalau dibuang kan tar pulang vaginaku bisa disemutin”.
“emangnya vagina neng manis ya”.
“tar deh cobain, pasti abang sampe ketagihan”.
“wah, jadi pengen cepet-cepet”.

Tanpa terasa sudah di depan gudang, lalu kami berdua masuk ke gudang. Setelah menyalakan lampu, Mang Ucup langsung meraba-raba tubuhku, meremas-remas dadaku serta menciumi leher jenjangku yang putih dari belakang. Dia meneruskan aktivitasnya sambil membuka kancing bajuku, setelah kancing bajuku terbuka semua, Mang Ucup kini menurunkan rokku sehingga kini bagian bawahku sama sekali tidak ada penghalang yang membuatku bisa merasakan batang penis Mang Ucup sudah tegak mengacung ke pantatku. Lalu aku menyuruh Mang Ucup untuk melepaskan dekapannya dulu, setelah pelukannya dilepas, aku membalikkan tubuhku dan membuka baju serta bhku sehingga tubuh putih mulusku terpampang jelas di depan tukang sapu sekolah yang pantasnya menjadi kakekku.

Baru saja bhku kulepas, Mang Ucup langsung melahap kedua daging kenyalku. Aku hanya berkata dalam hati “dasar lelaki, gak tua, gak muda, kalau udah ngeliat cewek cakep telanjang langsung nyosor”, tapi konsentrasiku terpecah karena Mang Ucup menggigit dan menarik-narik kedua putingku bergantian dengan mulutnya yang sedikit ompong itu. Aku hanya mendesah menikmati jilatan demi jilatan di setiap senti kedua daging kenyalku. Setelah kedua buah dadaku sudah dipenuhi air liurnya, Mang Ucup menggelar tikar lalu menyuruhku tiduran di atas tikar itu dan melebarkan kakiku karena dia ingin menjilati vaginaku. Kulakukan semua perintah Mang Ucup. Kini vaginaku yang merah merekah dan sudah basah akibat cairanku sendiri terpampang jelas seolah menantang Mang Ucup untuk segera melahapnya. Rupanya Mang Ucup ingin melahap vaginaku dan ingin penisnya di oral olehku secara bersamaan, makanya kami mengambil posisi 69 dengan aku diatasnya. Lalu aku mulai menikmati rokok daging Mang Ucup yang sudah berdiri tegak sementara vaginaku sudah dijilati Mang Ucup di bawah sana.

Kukeluarkan tekhnik oralku, kusentil-sentil lubang kencingnya dengan lidahku, kujilat-jilati buah zakarnya, dan kutelusuri setiap milimeter dari batang penis Mang Ucup. Tapi, gara-gara kulumanku, Mang Ucup malah jadi tambah semangat menjilati vaginaku yang membuatku merasa sangat nikmat sehingga aku harus menghentikan kulumanku karena aku merasa sebentar lagi akan mencapai orgasme. Mang Ucup semakin membuatku semakin keenakan karena selain dia menjilati vagina dan klitorisku, dia juga memasuk-masukkan 2 jarinya ke dalam vagina dan anusku secara bergantian lalu akhirnya beberapa detik kemudian, cairanku mengalir deras dari vaginaku yang langsung diseruput Mang Ucup sampai berbunyi “ssllurrppp,,,,”. “vagina neng emang bener-bener manis banget, abang jadi ketagihan” kata Mang Ucup setelah meminum habis cairan vaginaku.

“bener kan kataku, semua laki-laki yang pernah ngerasain vaginaku pasti pada ketagihan deh”, balasku pada Mang Ucup yang kini mulai menjilati vaginaku lagi, sementara aku melanjutkan kulumanku. Sudah 15 menit aku mengulum penis keriput Mang Ucup tapi sama sekali tak ada tanda-tanda akan orgasme, ini membuatku bingung karena tidak ada laki-laki yang bisa tahan sampai selama ini kalau aku sudah mengeluarkan tekhnik oralku. “Tapi masa bodoh ah, yang penting ada penis yang bisa aku jilati” pikirku dalam hati, lalu 5 menit kemudian aku mengalami orgasme lagi dan cairan vaginaku langsung diseruput habis oleh Mang Ucup seperti sebelumnya. Lalu aku berkata “udah dong bang, masa vaginaku cuma dijilati doang, tusuk dong pake ****** abang”, “ok neng, ****** abang juga udah gak sabar pengen ngaduk-ngaduk vagina neng” balas Mang Ucup.

Kemudian aku memutar badanku sehingga wajah kami saling bertemu lalu kami berciuman sangat mesra dan bergairah, lidah kami saling membelit, setelah aku melepaskan cumbuanku, Mang Ucup berkata “bibir non rasanya kayak lemon manis”, kebetulan tadi pagi aku memakai lipgloss rasa lemon, jadi mungkin terasa oleh Mang Ucup. Lalu aku memegang penis Mang Ucup yang berukuran 14 cm dan berdiameter 7 cm, kemudian aku menuntun penis Mang Ucup ke dalam vaginaku dan lalu ketika penis Mang Ucup sudah berada di dalam vaginaku, aku menurunkan pinggulku sementara Mang Ucup menaikkan pinggulnya sehingga aku merasakan seolah penis Mang Ucup menancap sangat dalam sampai mentok. Kemudian Mang Ucup mulai memompa penisnya keluar masuk di dalam vaginaku sementara aku menaikkan badanku ketika Mang Ucup menarik penisnya dari vaginaku dan aku menurunkan badanku ketika Mang Ucup memasukkan penisnya ke dalam vaginaku sehingga penisnya tertanam sangat dalam di vaginaku.

Sambil terus menggenjotku, Mang Ucup berkata “neeng,,, raaapet baanggeet”, aku hanya membalas dengan desahan-desahan karena sangat nikmat. Tak terasa sudah 1/2 jam Mang Ucup menggenjot vaginaku, tapi tidak ada tanda-tanda akan orgasme, malah Mang Ucup mengganti-ganti caranya menghujamkan penisnya ke dalam vaginaku, kadang dia menghujamkan penisnya kuat-kuat ke dalam vaginaku, kadang dia menghujamkan penisnya secara cepat lalu mengeluarkannya secara perlahan, dan kadang aku hanya diam sedangkan dia terus memompa vaginaku tanpa ampun. Kemudian dia minta berganti posisi, kali ini aku yang dibawah sementara Mang Ucup menindih tubuhku dan mulai memompa penisnya di dalam vaginaku lagi. Memang luar biasa kakek yang satu ini, tak kusangka dalam umurnya yang sudah 60-an ini masih bisa membuat ABG sepertiku berkali-kali mengalami orgasme sedangkan dia sama sekali belum menunjukkan akan orgasme. Vaginaku sudah banjir akibat cairan vaginaku sendiri sehingga menimbulkan bunyi “cpok,,,cpok,,,cpok” saat Mang Ucup memompa vaginaku. Aku sudah tak kuat lagi karena tenagaku sudah habis terkuras akibat berkali-kali mengalami orgasme sehingga aku hanya bisa mendesah lemah merasakan penis Mang Ucup yang kuat dan perkasa keluar masuk vaginaku, sementara Mang Ucup terus menggenjot penisnya, lidahnya masuk ke dalam mulutku yang langsung kusambut dengan cara menghisap lidahnya dan membelitnya dengan lidahku, kemudian dia melepaskan ciumannya dan berkonsentrasi lagi pada genjotannya terhadap vaginaku.

Akhirnya, 25 menit kemudian, Mang Ucup mempercepat sodokannya lalu dia berkata “neeeng, ke,,,ke,,luarin,,,,di,,,di,,,mana?”, “di,,,da,,,,lem,,,ajjjaaa” balasku. Tak lama kemudian, Mang Ucup menyemprotkan spermanya ke dalam vaginaku dalam jumlah yang sangat banyak. Setelah yakin spermanya sudah tidak keluar lagi, Mang Ucup mengeluarkan penisnya yang berlumuran sperma dan cairan vaginaku dari dalam vaginaku, lalu dia mengorek-ngorek vaginaku dengan 3 jarinya dan kemudian dia menyodorkan penisnya ke mulutku yang langsung kusambut untuk merasakan spermanya dan cairan vaginaku sendiri. Setelah penisnya bersih, kini Mang Ucup menyodorkan 3 jarinya yang berlumuran sperma dan cairanku, langsung kumasukkan 3 jari keriput Mang Ucup ke dalam mulutku dan kemudian kujilati semuanya sampai bersih. Lalu dia duduk di kursi untuk beristirahat sementara aku juga berbaring lemah di tikar, untuk 10 menit ke depan ruangan itu hanya dipenuhi suara nafas kami yang tersengal-sengal dan juga suara jangkrik dari luar.

“neng, gak nyuci vagina dulu”.
“gak, ah males, emang kenapa?”.
“nggak, emangnya neng gak takut hamil?”.
Karena sudah kebiasaan di gangbang, tubuhku merasa segar setelah beberapa menit beristirahat, lalu aku bangkit menghampirinya dan duduk di atas pahanya, kemudian penisnya kumasukkan ke dalam vaginaku yang masih basah tak karuan, lalu kutekan kepalanya ke dadaku dan kusuruh untuk menjilati seluruh bagian dadaku.
“aku sayang banget ma Mang Ucup, jadi aku gak takut kalau punya anak dari Mang Ucup”.
“iyaa,,, tapi kan kalau neng hamil bisa berabe!”.
“hahaha,,, tenang aja lagi bang, aku udah minum obat pencegah hamil jadi gak mungkin hamil”.
“fiuh, abang takut kalau punya anak lagi”.
“emangnya abang punya anak berapa?”.
“gara-gara ****** ini, abang punya 5 anak laki-laki yang sekarang sudah berkeluarga”.
“terus istri abang kemana?”.
“udah meninggal duluan”.
“oh, maaf bang aku gak tau”.
“gak apa-apa, tapi ngomong-ngomong abang gak nyangka,, kalau neng Rasti kuat juga”.
“aku lebih gak nyangka kalau Mang Ucup masih bisa bikin ABG kayak aku puas setengah mati”.
“siapa dulu,,, Mang Ucup!!”

Lalu kurasakan penisnya sudah tegang lagi di dalam vaginaku.
“wah, abang udah tegang lagi, cepet banget!!”.
“lagian sih neng, naro ****** abang di tempat yang anget ama sempit kayak gini, dan belom lagi abang disuguhin dada yang montok kayak gini, gimana ****** abang gak cepet bangun”.
“yawdah bang, ronde kedua yuk, tapi kali ini lubang yang ditusuk pantatku ya, pasti abang pengen nyoba kan?”.
“ide bagus tuh, pasti lubang pantat neng seret ‘n sempit banget”. Lalu kami mulai ronde kedua dengan lubang anusku menjadi sasaran keperkasaan penis Mang Ucup. Seperti sebelumnya, dalam waktu kurang lebih sejam Mang Ucup menggenjot anusku dan akhirnya dia menyemprotkan spermanya ke dalam anusku, setelah itu aku melakukan cleaning service terhadap penisnya. Lalu kami berdua istirahat, dan Mang Ucup mengelap badan keriputnya dengan handuk yang biasa dibawanya, sementara aku masih terkulai lemas di tikar. Setelah 15 menit beristirahat, Mang Ucup memakai pakaiannya lagi sambil mengobrol denganku.
“neng, emangnya gak takut ama HIV atau yang lain?”.
“HIV,, gak takut layau, obat yang aku minum selain mencegah hamil juga bisa nangkal semua penyakit ‘n juga bikin vagina ama lubang pantatku sempit terus”.
“wow, itu obat dahsyat banget, dapet darimana neng?”.
“dapet dari temen aku yang ada di luar negeri”.
“oo gitu, ngomong-ngomong udah jam 10 nih, neng mau pulang gak?”.
“gak nyangka udah jam 10, ****** abang sih bikin aku lupa daratan,,,hehe”.
“ya udah, abang anterin ya”.

Lalu aku memakai pakaianku, setelah selesai memakai pakaianku, aku menggandeng tangan keriput Mang Ucup keluar gudang lalu menuju tempat parkir motor. Kemudian aku diboncengi pulang dengan motor antik Mang Ucup, selama di perjalanan aku memeluk badan Mang Ucup dengan erat seperti memeluk pacarku sendiri. Setelah sampai di depan pintu gerbang rumahku, aku turun dari motor Mang Ucup.
“neng, boleh gak kapan-kapan kita ******* lagi?”.
“gak usah kapan-kapan, setiap jam 7 malam abis pulang sekolah, tubuhku milik abang”.
“beneran nih neng?”
“bener bang, kan tadi aku udah bilang, aku sayang banget ama abang Ucup, jadinya aku seneng kalau tiap pulang sekolah bisa ketemu abang ama ****** abang yang mantap itu, tapi ada saratnya nih bang”.
“saratnya apaan neng?”.
“yang pertama kalau pas siang harinya, sikap abang harus biasa aja ke aku soalnya aku takut ketauan ama sekolah”.
“ok,, abang sanggup, terus apaan lagi neng saratnya?”
“sarat yang kedua, abang jangan manggil aku neng lagi, mau gak?”.
“terus abang manggil neng Rasti sayang boleh?”.
“itu terserah abang, terus sarat terakhirnya abang jangan jajan sembarangan soalnya aku gak mau abang kena penyakit lagipula kan udah aku yang bisa bikin abang puas”.
“gak nyangka saratnya gampang banget, kirain saratnya susah, yaudah neng, eh sayang, abang pulang dulu ya, udah capek nih”.
“yaudah, ati-ati ya sayangku, besok malem lagi ya”. Lalu aku mencium bibir tuanya, dan kemudian dia memacu motornya menjauh dari pintu gerbang rumahku, sedangkan aku masuk ke dalam rumahku. Aku memberikan alasan belajar di rumah temen ke Mbok Parti, tapi Mbok Parti mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat kupercaya.

“jangan pake alasan itu, Mbok udah tau kalau non Rasti udah gak perawan ‘n sering tidur sama laki-laki kok”. Mataku terbelalak mendengar itu karena kupikir Mbok Parti tidak tau kehidupanku.
“mbok tau darimana?”.
“wong, Mbok yang ngejaga non dari bayi sampe segede gini masa Mbok gak tau sih”.
“ta,,,ta,,,tapi, Mbok gak bakal bilang ke papi mami kan?”
“tenang aja non, Mbok udah anggep non sebagai anak Mbok sendiri jadi Mbok gak bakal bikin non susah”.
“fiuh,, makasih banget Mbok, aku emang lebih sayang Mbok ketimbang papi mamiku yang selalu ninggalin aku”.
“yaudah non, gak usah nangis gitu, mereka kerja di luar negeri buat non juga”.
“ya, aku juga tau Mbok, mungkin sudah jalan hidupku begini”.
“yaudah non gak usah dipikirin, ngomong-ngomong non Rasti kan sering tidur ama banyak lelaki, emangnya gak takut kena AIDS ?”.
“nggak Mbok, soalnya ada obat ini, selain mencegah hamil selama 7 hari, obat ini juga bisa menangkal segala penyakit kelamin. Obat ini aku dapat dari temanku yang ada di luar negeri”.
“oohh, gitu, yaudah non makan dulu sana, abis itu non mandi terus tidur”.
“ok, tapi aku punya satu pertanyaan lagi nih Mbok, boleh gak aku telanjang aja di rumah tiap hari?”.
“terserah non aja,,,”.
Lalu kubuka pakaian seragamku beserta bh dan celanaku sehingga tubuhku yang habis digarap oleh Mang Ucup terpampang jelas di hadapan Mbok Parti tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhku. Mbok Parti berkomentar ketika melihat berkas-berkas merah di payudara dan leherku karena cupangan-cupangan Mang Ucup.

Dan Mbok Parti berkata “non Rasti, kayak abis diperkosa aja” ketika melihat noda sperma yang telah mengering di daerah selangkanganku dan juga dari lubang anusku. Aku hanya tersenyum, lalu aku makan, setelah makan aku pergi ke kamarku lalu mandi dan kemudian setelah itu aku tidur dalam keadaan senang karena kini setiap malam sehabis pulang sekolah, ada penis Mang Ucup yang bisa mengobok-obok vagina dan anusku dalam waktu yang sangat lama sehingga membuatku mendapat kepuasaan tiada tara.

Pembantu yang Beruntung 2

Posted in Karya Dina_nakal on 4 Maret, 2008 by elilagi

Latar Belakang ceritaku:
Sinta dan Santi adalah dua gadis kembar yang cantik dan sangat sexy, mereka mempunyai ukuran dada yang sama yaitu 36C, kulit mereka putih mulus, dan juga mereka sudah terbiasa melakukan sex dengan laki-laki. Dan laki-laki yang terakhir yang melakukan sex dengan mereka adalah pembantunya bernama Parmin, sejak kejadian tersebut mereka menganggap Parmin sebagai suami sekaligus ayah mereka karena mereka tidak ada figure laki-laki di rumah mereka karena ayah dan ibu mereka sudah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Cerita tentang Sinta, Santi, dan Parmin terus berlanjut.

Keesokan harinya setelah kejadian itu, Sinta&Santi terbangun dan melihat bahwa Parmin sudah tidak ada di tengah-tengah mereka. Sinta melihat jam dan ternyata sudah jam 9 pagi, untunglah hari ini mereka tidak mata kuliah, pasti mereka kelelahan sampai bangun kesiangan, lalu mereka berniat untuk mandi bersama. Mereka berdua masuk ke kamar mandi bersama, setelah di dalam mereka menatap mata satu sama lain, dan tiba-tiba Sinta langsung mencium mulut Santi, Santi membalasnya, mereka berciuman sangat hangat seperti layaknya kekasih, lalu ciuman Sinta beralih ke dada Santi, dia menjilati putingnya sampai-sampai Santi mengerang karena keenakan, Sinta menjilati puting adiknya selama 5 menit, lalu Sinta beralih ke ***** Santi dan menjilati ***** Santi selama 15 menit dan akhirnya Santi mengejang menandakan kalau dia orgasme, Sinta melahap cairan yang keluar dari ****** adiknya dengan rakus seolah dia sedang meminum jus, lalu Santi melakukan hal yang sama pada kakaknya, lalu mereka menyabuni diri mereka satu sama lain. Setelah selesai, mereka keluar kamar mandi dan mengeringkan badan mereka dengan handuk, lalu ketika akan berpakaian, Santi berkata “kak Sinta, ngapain kita pakai baju?, kan gak ada siapa-siapa kecuali Parmin lagipula Parmin kan udah ngeliat badan kita” Sinta menjawab “o iya ya, ya udah kita langsung turun aja”. Mereka berdua turun ke bawah dengan telanjang, di bawah mereka melihat Parmin sedang menyiapkan sarapan pagi, Sinta&Santi menghampiri Parmin, lalu Sinta meremas-remas ****** Parmin sedangkan Santi memasukkan lidahnya ke telinga Parmin, spontan Parmin kaget dan langsung menengok kebelakang, lalu Parmin berkata “eh non be’dua, ngagetin aja! Kok non-non ini gak pake baju sih?” Sinta menjawab “ngapain pake baju kan kamu udah ngeliat semua, lagipula supaya kamu gampang kalau mau make kita”. Parmin hanya diam mendengar kata-kata yang dulu dia impi-impikan yang sekarang jadi kenyataan. Lalu Sinta & Santi duduk di kursi makan dan Parmin duduk di antara mereka, Parmin memainkan ****** mereka dengan kedua tangannya tanpa memperdulikan bahwa mereka sedang makan, setelah selesai makan Parmin masih memainkan ****** mereka, badan mereka menggeliat-geliat karena Parmin lihai dalam memainkan jarinya di ****** mereka, 5 menit kemudian akhirnya mereka orgasme.

Sinta pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu, sementara itu di ruang makan, Santi berkata kepada Parmin “Bang, udah makan belum?” Parmin menjawab “belum non, emang kenapa?” Santi hanya tersenyum, tak lama kemudian Sinta datang dengan whipping cream dan susu kental di tangannya lalu Sinta mengoleskan whipping cream tersebut pada seluruh bagian tubuh adiknya, setelah selesai Santi berbaring di meja makan lalu berkata “ayo bang, kan bang Parmin belum sarapan, aku lah sarapan abang, lahaplah aku” lalu tanpa basa-basi lagi Parmin menjilati Santi mulai dari mukanya, setelah Parmin selesai membersihkan muka Santi, Parmin tetap menjilati muka Santi sehingga muka Santi basah karena air liurnya, lalu Santi berkata “ayo bang, bagian yang lain “dilahap”juga donk”.

Lalu Sinta mengambil handycam di kamarnya, setelah Sinta kembali ternyata jilatan Parmin sudah berpindah ke leher Santi. Sinta merekam momen itu. Lalu Parmin mengalihkan jilatannya ke dada Santi dan melahap ‘roti’ Santi yang putih mulus yang terbalut oleh whipping cream dengan rakus dan juga menggigit-gigit dada Santi hingga menimbulkan berkas merah di kulitnya, lalu dia melahap whipping cream di bagian perut Santi, setelah selesai Parmin menjilati bagian betis dan paha Santi terlebih dahulu, setelah selesai inilah saat yang ditunggu baik oleh Parmin, Santi maupun Sinta, Parmin menjilati whipping cream yang berada di luar ****** Santi, Santi mengerang keenakan, setelah whipping cream yang ada di luar ****** Santi sudah habis, Parmin memasukkan lidahnya ke dalam ****** Santi, setelah 10 menit Parmin memainkan lidahnya, Santi berkata “aaahhh,,,,,,Baaanngg,,,,,,akuuuu,,,,kee,,,luuuaaa rrrr,,,,!!!”

Mengalirlah cairan cinta Santi dari ******nya dengan deras yang langsung disambut oleh mulut Parin dengan rakusnya. Setelah cairan itu sudah habis ditelan oleh Parmin, Parmin berdiri dan melihat muka Santi yang merasa keenakan lalu Santi berkata “gimana bang, enak gak sarapannya?” Parmin menjawab “wuiih,,,,,ini mah bukan enak lagi non, tapi mantap!!”

Lalu Santi berdiri dan mengambil handycam dari kakaknya sambil berkata pada kakaknya “nah kak, sekarang giliran kakak” Sinta hanya mengangguk.
Sinta mendekati Parmin dan berkata “nah bang, tadi kan makanannya udah, gimana kalau minumannya” Sinta berbaring di meja makan, lalu Santi menumpahkan susu kental di semua bagian tubuh kakaknya, setelah tubuh Sinta ditutupi oleh susu kental, Sinta berkata “nah bang, silakan nikmati badanku yang berlumur susu ini sebagai minumanmu!”.

Parmin melakukan persis seperti apa yang tadi dia lakukan pada Santi kepada tubuh Sinta yang berlumur susu kental sehingga Sinta mengalami orgasme, setelah selesai Parmin berkata “aduh non, ini sarapan yang paling enak yang pernah saya rasain!”.

Santi berkata “badan kita jadi kotor lagi deh, Bang Parmin mau ngebersihin badan kita di kamar mandi gak?” Parmin mengangguk kesenangan. Lalu mereka bertiga menuju kamar mandi yang ada di kamar Sinta&Santi, sampai disana Sinta&Santi melepaskan baju Parmin hingga Parmin telanjang bulat, dan terlihatlah ****** Parmin yang sudah menegang sangat keras melihat tubuh mereka, langsung saja Sinta&Santi menyambar ****** Parmin dengan mulut mereka secara bergantian, Parmin hanya mendesah keenakan karena dia merasa di surga, ditemani dua wanita yang sangat cantik seperti bidadari, ketika Parmin akan mengeluarkan spermanya, Sinta&Santi menghentikan aktivitasnya, Parmin sedikit kecewa tapi dia langsung senang karena Sinta berdiri menghadap tembok dan membuka lebar-lebar selangkangannya sehingga ******nya yang indah dan merah merekah terlihat jelas oleh Parmin, langsung saja Parmin menusuk ****** Sinta dan memaju mundurkan badannya sehingga Sinta berteriak “aaaaahhhh,,,,mmm,,,mmhhhhhh,,,,,,” ketika Parmin sedang bersetubuh dengan Sinta tiba-tiba Santi mencium mulut Parmin dan memainkan lidahnya di mulut Parmin, 10 menit kemudian Parmin berkata “aaaaahhhh,,,noooonnn,,,,,,saa,,,,,,yaaaa,,,,,,kel uar!!”
Dan Parmin menyemburkan spermanya bersamaan dengan mengalirnya cairan dari ****** Sinta, lalu Parmin mencabut ******nya dari ****** Sinta, Santi melepaskan ciumannya pada Parmin dan langsung menjilati ****** Sinta hingga cairan yang ada di sekitar bibir ****** Sinta tidak tersisa, setelah itu Santi langsung mengulum ****** Parmin yang sudah mengecil sehingga Parmin agak kegelian, Santi menjilatinya sampai ****** Parmin bersih.

Parmin mengambil sabun dan menyabuni tubuh mereka berdua sampai bersih dan mereka pun melakukan hal yang sama pada Parmin setelah selesai, mereka bertiga keluar dari kamar dan membersihkan badan masing-masing, setelah itu Sinta berpakaian dan Santi berkata “kak, mau kemana, kok pake baju?” Sinta menjawab “mau beli sesuatu”. Setelah Sinta pergi, Santi dan Parmin menuju ruang tamu untuk menonton, lalu mereka menyetel video porno dan mereka menontonnya berdua, setelah filmnya habis Parmin langsung mengerjai Santi lagi, tapi kali ini dia memasukkan ******nya di lubang anus Santi yang masih sempit seperti vaginanya.

20 menit mereka melakukannya, lalu Parmin berkata “nooonnn……saya,,,,,,keellluuuuaaarrrr” menyemburlah sperma Parmin di lubang anus Santi, lalu setelah semburannya berhenti Santi langsung mengulum ****** Parmin hingga bersih. Habis itu Santi menyuruh Parmin untuk tiduran di sofa dan Santi naik ke atasnya lalu mengelus-elus muka Parmin dengan dadanya, lalu Santi menduduki muka Parmin sehingga ******nya tepat di hadapan muka Parmin, langsung saja Parmin menjilati ****** Santi yang sudah basah, sampai Santi mengalami orgasme.

Lalu Santi pergi ke kamarnya, dan kembali ke ruang tamu dengan memegang celana dalam khusus yang di bagian dalam celana itu terdapat dua dildo yang berada di depan dan belakang, dan Santi juga memegang sebuah remote untuk mengendalikan tersebut. Lalu Santi memakai celana dalam tersebut dan memasukkan dildonya ke ******nya dan lubang anusnya, lalu Santi memberikan remotenya pada Parmin dan berkata “Bang, nasib ******ku dan pantat aku ada di tangan abang”. Parmin menjawab “oke non” lalu bel berbunyi, Parmin membuka pintu dan ternyata ada 2 orang bapak-bapak, yang satunya Pak Rt yang bernama Darsono, umurnya 50an, perutnya gendut, dan terkenal genitnya pada perempuan-perempuan muda yang cantik khususnya Santi dan Sinta sedangkan yang satunya lagi adalah satpam di daerah komplek rumah Santi yang bernama Tono, umurnya 30-an, wajahnya sangat jelek bahkan lebih jelek dari Parmin. Parmin mempersilahkan mereka masuk, langsung saja Santi kabur ke kamarnya karena dia masih telanjang, Parmin pergi ke kamar Santi untuk memanggilnya, lalu Parmin melihat Santi sedang mengambil baju, dan Parmin langsung memeluknya dari belakang dan meraba-raba dadanya itu, Santi berkata ”Bang Parmin, mau gak pakein saya baju?” Parmin mengangguk. Lalu Parmin memakaian Tank top yang berwarna pink, setelah dipakaikan atasannya lalu Parmin menjilat tank top Santi dibagian kedua putingnya sehingga tank topnya basah hanya di bagian putingnya saja, Santi berkata “aduh,,,,bang Parmin nakal”. Parmin tersenyum mendengar kata-kata manja dari mulut Santi. Lalu Parmin memakaikan celana hot pants berwarna merah pada Santi, ketika Santi mengangkat kakinya Santi mendesah pelan karena dildo yang ada dalam ******nya dan anusnya juga ikut bergerak Setelah selesai, Santi langsung bergegas menemui kedua orang tadi, dan ketika bersalaman mereka berdua menelan ludah karena baju yang dipakai Santi sangat seksi, dan terlihat sedikit oleh Santi ****** mereka yang menyembul di balik celana mereka, memang sejak dahulu para bapak-bapak di kompleks selalu melotot ketika melihat Sinta&Santi karena mereka selalu memakai baju yang sangat seksi, lalu Santi mempersilakan mereka berdua duduk, Santi duduk di tengah-tengah mereka berdua, mereka menjelaskan bahwa mereka ke sini untuk berbicara keamanan kompleks, lalu ketika akan berbicara Parmin datang membawa minuman dan meyuguhkannya pada Pak Rt dan satpam tersebut, setelah itu mereka bertiga kembali mengobrol, pak Rt dan Tono tidak bisa melepaskan pandangannya pada tank top Santi yang basah di bagian putingnya saja, Santi tau kalau mereka memperhatikan tank topnya yang basah karena dijilat oleh Parmin.

Sementara itu di dapur, Parmin baru ingat tentang dildo yang dipakai oleh Santi, lalu Parmin mengambil kedua remote tadi dan menekan tombol. Santi yang sedang asyik mengobrol tiba-tiba mendesah karena gerakan dildo yang ada di dua lubangnya, otomatis pak rt bertanya “dek Santi, ada apa?” Santi menjawab “nnngggaak,,,,aapa,,,,aappa” dengan terbata-bata sambil menahan desahannya, Parmin hanya tersenyum melihat Santi yang sedang berusaha mati-matian menahan desahannya, Santi meliuk-liukkan badannya karena keenakan tapi Santi tetap berusaha fokus untuk berbicara pada Pak RT, tapi Pak Rt dan Tono menyadari bahwa hot pants mulai basah karena cairan kenikmatan yang dikeluarkan ****** Santi, Parmin masuk ke dalam tanpa menekan tombol off pada remote tersebut seakan memberikan Santi yang sedang horny pada mereka berdua.

Santi tau bahwa Pak Rt dan Tono sudah menyadari kalau dia sedang merasakan kenikmatan karena Pak Rt dan Tono sudah berani mendekati badan Santi yang meliuk-liuk karena gerakan dildo di lubang Santi. Lalu tanpa basa-basi lagi Pak Rt langsung melumat bibir mungil Santi yang dari tadi menutup karena dia takut mendesah, sedangkan Tono menjilati tank topnya sehingga tank topnya basah, lalu setelah itu mereka berdua kompak untuk melepaskan tank top Santi, setelah Santi telanjang dada Pak Rt berkata “wah, emang dek Santi ini montok sekali dadanya”. “iya, saya aja kalau coli pasti bayangin mbak Sinta atau mbak Santi” sambung Tono. Lalu mereka berdua menjilati dada Santi dengan rakus dan kadang menggigiti putingnya yang berwarna merah muda hingga Santi mendesah pelan “aaaahhh,,,,,saaa,,kiiittt,,,,,!!!”

Lalu mereka berdua melepaskan celana Santi dan betapa kagetnya mereka, kalau ternyata sejak tadi mereka berbicara Santi menggunakan dildo di kedua lubangnya. Sebelum membuka celana dalam khusus Santi, mereka membuka pakaian mereka terlebih dahulu sambil membiarkan Santi menikmati goyangan-goyangan dari kedua dildo tersebut. Dalam sekejap mereka berdua sudah telanjang, lalu dengan perlahan mereka membuka celana dalam Santi dan melihat pada dildo yang berada di ****** Santi berlumur cairan dalam jumlah yang banyak. Mereka melihat juga celana dalam Santi yang sudah sangat basah, Pak Rt dan Tono berebut untuk menjilati ****** Santi, mereka menjilati pangkal paha Santi dan ******nya secara bergantian sampai di daerah tersebut kering oleh mulut mereka, Santi berkata “udaaahhh,,,,,,,paaaaakkk,,,,,,,maasukkiiinn,,,,aa jaa!!!” lalu Pak Rt mengangkat Santi dan menurunkannya di lantai, lalu Pak Rt menyuruh Santi untuk menaiki ******nya (woman on top), Santi menuntun ****** Pak Rt ke liang senggamanya, setelah masuk ke liang senggamanya Santi langsung menaik-turunkan badannya, tapi Pak Rt mengajaknya berciuman, Santi meladeninya dengan menurunkan badannya tapi karena perut Pak Rt yang gendut, Santi jadi agak nungging kebelakang, ketika Santi sedang asik memainkan lidahnya di mulut Pak Rt, dia merasakan ada yang mengorek-ngorek lubang anusnya, dan tiba-tiba dia merasakan benda tumpul, lalu tiba-tiba benda tumpul itu langsung menusuk lubang anusnya dengan ganas, Santi melihat kebelakang dan ternyata pelakunya Tono, lalu mereka berdua menyeimbangi irama sehingga Santi merasa nikmat sekali kedua lubangnya dimasukki benda tumpul secara bersamaan, memang Sinta&Santi sangat suka jika main keroyok seperti ini.

30 menit telah berlalu, sepertinya Pak Rt akan orgasme karena dia mempercepat sodokannya dan tak lama kemudian Pak Rt menyemburkan spermanya ke dalam liang senggama Santi, 5 menit setelah Tono mencapai orgasme dan mengeluarkan maninya di lubang anus Santi. Mereka bertiga kelelahan, lalu tiba-tiba Santi berkata “udah pak, gak usah dicabut anu bapak”. Mereka berdua menuruti apa kata Santi dan mereka berdua mengapit Santi seperti sandwich, 5 menit berlalu tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang masuk ternyata orang itu adalah Sinta, lalu Sinta berkata “waduh,,bapak-bapak lagi nikmatin adik saya ya? Saya boleh ikutan gak?” Pak Rt dan Tono kaget mendengar perkataan yang keluar dari mulut Sinta karena mereka mengira kalau Sinta akan marah karena telah bersetubuh dengan adiknya, Sinta berkata “yee,, kok pada bengong, boleh gak nee?” mereka berdua mengangguk tapi masih tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, lalu Sinta melucuti pakaiannya sendiri dan dalam sekejap Sinta sudah telanjang, mereka langsung mendekati Sinta dan menciumi semua bagian tubuh Sinta tanpa terkecuali, lalu mereka ingin memasuki lubang Sinta tapi kali ini mereka berganti posisi, kali ini si hansip yang memasukkan ******nya ke lubang surga Sinta sedangkan pak Rt memasuki anusnya, 45 menit mereka bermain dan akhirnya mereka mengeluarkan spermanya bersamaan dengan orgasme Sinta, setelah mengobrol dengan Sinta&Santi selama 10 menit, mereka berpamitan kepada Sinta&Santi dengan menjilat payudara mereka, Sinta&Santi tersenyum kegelian. Setelah rumah mereka sepi, Santi berkata pada Parmin “abang nakal ya, lagi ngomong pak rt, dildonya dinyalain jadinya aku dientot deh….” Parmin hanya tersenyum. Lalu Santi berkata “kak Sinta, kakak beli apa sih, kok lama banget” sambil menunjuk bungkusan plastik yang ada di meja ruang tamu. Sinta menjawab “ooh itu, itu obat kuat buat Parmin supaya kita puas” Santi menjawab “asyik,,,,ntar malem kita bisa puas donk!!” lalu Parmin berkata “emang berapa lama non efeknya?” Sinta menjawab “bisa sampai 5 jam loh bang!!”

Parmin berkata “ntar non Sinta sama non Santi kecape’an lagi”, Sinta menjawab “gak bakal bang, kami kan dulu udah dilatih ama papa kami” Parmin tersenyum mendengar itu.

Lalu mereka bertiga pergi menuju kamar mandi untuk mandi bersama, di kamar mandi mereka berdua memandikan Parmin, sekarang Parmin merasa bagaikan raja karena dia dilayani oleh dua gadis yang sangat cantik yang selama ini hanya ada dalam khayalannya.
Jam menunjukkan jam 5 sore, dan pada saat itu ternyata para pembantu Sinta&Santi sudah pada pulang, Sinta&Santi merasa kecewa karena tidak bisa melakukan ‘itu’ dengan Parmin dan sepertinya Parmin juga kelihatan kecewa, tapi ide gila Santi muncul untuk mengajak semua pembantu laki-lakinya untuk menyetubuhi mereka berdua, lalu Sinta membisikkan pada Santi dan Santi mengangguk dengan penuh semangat karena mereka berdua memang suka jika ‘main’ keroyok, setelah itu mereka berdua membisikkan pada Parmin, Parmin kelihatan sedikit kecewa karena dia harus berbagi tubuh dua bidadari itu dengan teman-temannya, namun karena dirayu oleh dua orang bidadari maka akhirnya Parmin menyetujuinya. Pada jam 11 malam, Sinta&Santi menyuruh Parmin untuk memanggil semua pembantunya berjumlah 8 orang termasuk Parmin yang terdiri dari 6 pria dan 2 wanita ke kamar mereka, setelah semuanya datang ke kamar mereka, mereka berdua melepaskan baju mereka dibantu oleh Parmin, semua pembantu pria mereka yang berjumlah 5 orang menelan ludah karena Sinta&Santi sudah tidak memakai apa-apa sehingga menunjukkan tubuh mereka yang diidam-idamkan para lelaki, lalu Sinta&Santi memberikan obat pada 6 pria tersebut termasuk Parmin dan menyuruh mereka meminumnya, lalu Sinta&Santi memberikan handycam pada pembantu wanitanya, masing-masing diberi satu, mereka menyuruh pembantu wanitanya merekam segala peristiwa yang akan terjadi. Lalu Sinta&Santi berbaring di tempat tidur mereka dan mereka berkata secara bersama-sama “ayo, karena kalian udah setia sama kami, sekarang kami kasih bonus”.

Lalu ada seorang pembantunya berkata “bener nih non?” Sinta menjawab “udah jangan pada banyak ngomong deh, mau gak kami kasih bonus kayak gini?” mereka langsung menjawab secara serempak dan langsung mendekati Sinta&Santi yang sudah tidak memakai apa-apa sedangkan kedua pembantu wanita tadi merekam semuanya, dan terdengarlah suara-suara erangan Sinta&Santi, dan sepanjang malam tubuh mereka berdua disetubuhi oleh pembantu mereka tanpa henti

Pembantu yang Beruntung 1

Posted in Karya Dina_nakal on 4 Maret, 2008 by elilagi

Pembantu yang beruntung

Latar Belakang ceritaku:
Ada sebuah keluarga, boleh dibilang keluarga yang sempurna, karena selain kaya juga penampilannya menarik. Di dalam keluarga ada 2 anak kembar yang namanya Sinta dan Santi umur mereka berdua 18 tahun, keduanya sangat cantik dan juga kulit mereka putih mulus, tidak heran karena mereka memiliki ayah yang tampan dan juga ibu yang cantik, dan juga selain cantik, badan mereka sexy dengan ukuran dada keduanya sama yaitu 36C karena dari sejak kecil, ibunya memberitahukan kepada mereka agar selalu merawat tubuh. Keluarga mereka adalah keluarga bebas, jadi dari mereka kecil, mereka sudah diberikan pelajaran sex oleh ibunya dan mereka selalu mempraktekkannya pada ayahnya, tapi ayahnya tidak pernah mengambil keperawanan anaknya. Sinta dan Santi selalu berprestasi sejak dari SD hingga SMA. Bagi mereka, sex itu sudah biasa dilakukan, jadi laki-laki mana saja yang pacaran dengan mereka pasti setidaknya sudah sekali melakukan sex dengan mereka. Dan di sekolah mereka, mereka mengizinkan siapa saja yang ingin meraba-meraba mereka karena mereka sudah terbiasa, bahkan guru-guru baik yang masih muda ataupun yang sudah tua pernah melakukan sex dengan keduanya, bahkan karyawan-karyawan di sekolah mereka pernah juga, mereka selalu minta agar sperma mereka dikeluarkan di dalam rahimnya karena mereka merasa hangat jika dikeluarkan dalam rahimnya, tapi mereka selalu minta untuk dikeluarkan ke dalam lubang anusnya jika mereka sedang dalam masa subur. (kepanjangan ya latar belakangnya….. maaapphh yaaa ….)

Kejadian ini terjadi ketika mereka sedang libur setelah ujian. Pada suatu hari, ayah dan ibunya berkata bahwa mereka akan pergi karena ada urusan selama 4 bulan, tak disangka keesokan harinya terdengar berita bahwa pesawat yang ditumpangi ayah dan ibunya mengalami kecelakaan dan nama kedua orang tua mereka ada di dalam daftar orang yang meninggal, mereka sedih sekali, sekarang di rumah itu hanya tinggal mereka berdua dan para pembantunya. Setelah beberapa bulan akhirnya mereka bisa melupakan kesedihan mereka dan mereka sudah mulai kuliah. Pada sore hari Sinta pulang lebih cepat daripada Santi karena dia merasa sangat lelah. Setelah sampai di rumah, dia langsung merebahkan tubuhnya di kasurnya dan tertidur. Setelah beberapa jam dia bangun dan menuju ruang makan, dia heran kenapa Santi belum pulang, lalu dia telpon Santi dan katanya “Maaf kak, kayaknya Santi pulangnya agak malem deeh, soalnya Santi ngerjain tugas di rumah temen, gak apa-apa kan kak”, Sinta menjawab “ya udah tapi jangan malem-malem bgt yaa…” lalu Sinta menutup telponnya. Lalu dia memanggil pembantunya yang laki-laki karena pembantunya yang wanita sedang pulang kampung. Pembantunya bernama Parmin, umurnya sekitar 40an, giginya tonggos dan wajahnya jelek serta badannya kurus kerempeng, dia memegang semua kunci kamar di rumah itu karena itu dia leluasa masuk kekamar Sinta&Santi untuk mengintip mereka ketika sedang mandi. “Ada apa, non?” tanya Parmin. “Aku mau makan nee, tolong ambilin ya” jawab Sinta. Lalu Parmin mengambilkan nasi dan lauknya di dapur. Sinta pergi kekamarnya untuk ganti pakaian karena dia masih memakai baju yang dipakainya kuliah dan juga sambil menunggu makanannya disiapkan. Lalu ide gila Sinta muncul untuk menggoda si Parmin karena dia sudah 1 minggu tidak dibelai laki-laki. Lalu Sinta mengganti pakaiannya dengan hot pants yang hanya sampai 5 cm di bawah selangkangannya dan untuk atasannya dia memakai tank top berwarna putih yang sangat ketat dan tidak memakai apa-apa di dalamnya sehingga putingnya yang berwarna pink kecoklatan terlihat jelas.

Lalu Parmin berteriak “Non, makanannya udah siap”. Lalu Sinta langsung turun untuk makan dan juga ingin melihat reaksi Parmin. Parmin hanya bengong melihat Sinta memakai pakaian yang sangat seksi. Sinta hanya tersenyum ketika melihat ****** berdiri di balik celananya. Setelah selesai makan, Sinta berniat melancarkan rencana selanjutnya. Sinta berpura-pura menumpahkan air minumnya dan mengenai tank top putih yang dipakainya otomatis payudaranya yang masih kencang dan indah terlihat jelas, dia melihat ke arah Parmin yang memperhatikan payudaranya dan berusaha menutupi anunya yang menegang di balik celana. Sinta hanya tertawa dalam hati, dan saatnya untuk sentuhan terakhir pikirnya. Dia pergi ke kamarnya untuk mandi, dan ketika dia mandi, dia tau kalau Parmin sedang mengintip tapi dia pura-pura tidak tau.

Setelah akan selesai, Parmin bergegas keluar agar tidak ketahuan. Sinta keluar kamar mandi hanya melilitkan handuk di tubuhnya dan memanggil Parmin untuk mengambilkan hpnya yang tertinggal di bawah, lalu Parmin mengantarkan hp Sinta dan mengantarkan ke kamarnya, dan betapa kagetnya dia melihat Sinta sedang menungging untuk mengambil sesuatu dari laci bajunya dalam keadaan telanjang, Sinta sengaja berlama-lama agar nafsu si Parmin bangkit, dan benar saja hp milik Sinta di taruh di meja dekat si Parmin dan Parmin langsung mendekati Sinta dan tanpa basa-basi lagi, Parmin menjilati ****** Sinta yang terpampang dengan jelas di hadapannya, tubuh Sinta menggeliat keenakan, Parmin menjilati ***** Sinta selama 5 menit dan akhirnya Sinta mengerang “aaakkhhhh……..Baaaanng……aaaakkuuu..,,,,,ke,,,lu,,, aaar” cairan kewanitaan Sinta mengalir deras dari dalam *****nya, Parmin langsung melahap cairan itu dengan lahap sampai berbunyi “ssllllluurrppp….”

Setelah semua cairan habis tidak tersisa dilahap oleh Parmin, Parmin menggendong Sinta yang sudah sedikit lemas ke ranjang Sinta. Setelah membaringkan Sinta di tempat tidur, Parmin berkata “aadduuhhh…,,,,non,,,,udah lama, saya ingin nyobain badan non, akhirnya kesampaian juga” Sinta hanya tersenyum ke arahnya. Dalam sekejap Parmin sudah melepaskan baju dan celananya sehingga terlihatlah badannya yang kurus dan kulitnya yang hitam, tapi Sinta tak menyangka kalau ******nya Parmin ternyata lumayan besar dan berurat. “Malam ini aku akan puas” pikir Sinta dalam hati. Lalu Parmin mendekati Sinta, Parmin mencari mulut Sinta dengan mulutnya, setelah dia menemukan mulut Sinta, dia langsung memainkan lidahnya di dalam mulut Sinta, awalnya Sinta sulit menyesuaikan diri karena nafas Parmin sangat bau dan giginya yang tonggos membuatnya sulit untuk melakukan french kiss dengannya, tapi akhirnya Sinta terbiasa dengan hal itu dan mulai membalas ciuman Parmin, sambil berciuman tangan kanannya memencet puting Sinta dan memelintirnya dan tangan kanannya mengerjai ****** Sinta, Sinta sangat keenakan dibegitukan oleh Parmin. Lalu ciuman Parmin berpindah ke payudaranya, di sela-sela “menyusu” pada Sinta, Parmin berkata “non, susu non indah dan kenceng banget, jadi pengen gigit!!” setelah berkata itu Parmin mengigiti puting Sinta, Sinta hanya membalasnya dengan erangan.

Sinta berkata “aayooo…Banng,,,masukkin dong,,,,,,udah gak tahan nihh!!!” Parmin menjawab “siiipp non,,,,!!”” Parmin mengarahkan ******nya ke lubang Sinta dan Parmin langsung menusukkan ******nya tanpa memperdulikan Sinta, sehingga Sinta kesakitan dan berkata “aaaduuhhh bang,,,, pelan-pelan dong,,,,,sakit tau!!!!” tapi kemudian rasa sakit Sinta berubah menjadi rasa nikmat karena Parmin lihai memainkan “barang”nya. Parmin berkata “nooon,,,enaakkk banget,,,,,,memek non,,,,,sempit banget!!!””

10 menit mereka melakukannya tapi tak ada tanda-tanda bahwa keduanya akan orgasme, lalu mereka berganti posisi, sehingga Sinta berada di atas, mereka melakukannya dalam posisi ini selama 15 menit, tapi keduanya belum mencapai orgasme. Mereka berganti posisi lagi menjadi doggy style, dalam posisi ini mereka melakukannya selama 10 menit, Parmin berkata “noonnn,,,,,saayyyyaa,,,,maaauuuu,,,kkeeelllluuuaa rrr…..” Sinta berkata “keellluaaariinnn,,,,,,diiiii,,,,,,daaa,,,lllaaaam mm,,,,,” tapi Parmin belum mengeluarkan spermanya, mungkin dia menahan agar Sinta juga orgasme pada saat bersamaan, 5 menit kemudian Sinta berkata “aaaaa,,,,kuuuu,,,,keee,,,lluuuuaarrrr!!!” lalu Parmin segera menyemburkan spermanya ke dalam ***** Sinta diiring dengan mengalirnya cairan cinta Sinta, lalu Parmin dengan sisa-sisa tenaganya mengangkat Sinta ke tempat tidur dan membaringkannya, lalu Parmin di sebelahnya dan menciumi payudara Sinta sambil berkata “makasih non, udah ngasih izin saya untuk make badan non”. Tidak lama kemudian ****** Parmin menegang lagi dan juga Sinta meminta lagi dan ketika mereka akan memulai kembali, tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata Santi pulang dan melihat mereka dalam keadaan telanjang bulat, spontan Parmin kaget dan mencari-cari bajunya. Santi berkata “tenang aja bang, gak apa-apa kok, boleh gak Santi ikutan?” Parmin kaget mendengar perkataan Santi, Parmin berkata “beneran non, gak apa-apa?” Santi menjawab “iya, gak apa-apa kok, boleh gak nih ikutan?” Parmin mengangguk, Santi langsung membuka baju dan celananya, dan dalam sekejap dia sudah telanjang bulat, Santi mendekati kakaknya dan menjilati ***** kakaknya sambil berkata “aduh sayang nih, masa sperma lezat kayak gini dibuang-buang” Parmin hampir tidak percaya, kini di hadapannya ada dua orang wanita cantik dan sexy yang ingin melayaninya, kini Parmin dikeroyok dua wanita cantik sampai-sampai dia harus matian-matian menahan orgasmenya agar kedua wanita itu terpuaskan, 1 jam lamanya mereka melakukan threesome, lalu Santi berkata “baanngg,,,, keluaarin pejunya di dalam rahim aku aja,, gantian” Lalu Parmin menyemburkan pejunya di dalam rahim Santi. Setelah semuanya selesai, Sinta & Santi seperti anak kecil yang berebut es krim, mereka berdua berebut untuk menjilati ******nya Parmin. Parmin merasa di surga, dia diperebutkan oleh dua wanita cantik yang diidam-idamkannya. Sinta berkata “udah bang, malem ini tidur di sini aja ya” Parmin mengangguk, sebelum tidur Sinta menjilati batang ******nya Parmin sedangkan Santi mengemut-emut buah zakarnya Parmin sehingga membuat Parmin menyemprotkan spermanya untuk yang ketiga kalinya, semprotannya mengenai wajah Sinta, lalu Santi menjilati muka kakaknya sampai bersih dari sperma Parmin. Mereka berdua tidur di sebelah Parmin dalam keadaan telanjang. Sinta di sebelah kiri dan Santi di sebelah kanan Parmin, mereka berdua menjilati wajah Parmin, sehingga wajah Parmin basah karena jilatan-jilatan mereka, dan akhirnya mereka bertiga tidur dalam keadaan telanjang.

Sekolah Idaman

Posted in Karya Dina_nakal on 4 Maret, 2008 by elilagi

Terdapat sekolah yang sangat elit, tapi anehnya lebih banyak cewek yang kaya daripada cowoknya sehingga semua cewek di sekolah itu sangat cantik, kulitnya putih mulus, dan bodynya sexy dan terawat. Sekolah itu bagaikan surga bagi para cowok karena semua ceweknya sexy-sexy dan cantik-cantik serta semua ceweknya boleh diraba bahkan dientot kapan saja dan dimana saja oleh para cowok di sekolah itu, anehnya cowok-cowok di sekolah itu banyak yang wajahnya jelek dan kurus-kurus. Setiap cewek di sekolah itu tidak boleh menggunakan sehelai benang pun untuk memudahkan para cowok dan para guru me*******i para cewek, dan karena ketika mereka (cewek) masuk pertama kali di sekolah itu, semuanya diberi satu pil yang gunanya untuk membuat toket dan pantat cewek-cewek itu menjadi kencang dan padat dan membuat toket para cewek itu menjadi berukuran 36 C dan bisa mengeluarkan susu, pil itu juga berguna membuat para cewek itu tidak pernah kehabisan tenaga sehabis ngesex, dan membuat mereka selalu tidak pernah puas akan sex, serta membuat mereka tidak bisa hamil walaupun banyak sperma yang masuk ke vagina mereka sehingga cewek-cewek mau dientot para cowok dan guru serta karyawan tanpa pikir-pikir, dan bagi para cowok di setiap ruangan disediakan bermangkuk-mangkuk viagra. Sehabis me*******, pikiran mereka “plong” sehingga mereka bisa menerima pelajaran dengan mudah dan membuat nilai-nilai mereka tinggi sehingga sekolah itu menjadi sekolah swasta favorit.

Walaupun semua cewek di sekolah itu cantik tapi ada satu yang tercantik diantara 3 angkatan, cewek itu bernama Putri. Selain Putri sangat cantik, vagina dan anus Putri sangat rapat dan kesat seakan-seakan vagina dan anus Putri memijat dan menyedot setiap penis yang memasukinya, karena itu, dalam sehari Putri bisa dientot sampai lebih dari 45 kali baik oleh temannya, gurunya, ataupun karyawan sekolah.

Putri sedang belajar biologi bab reproduksi, lalu gurunya berkata “putri, maju kesini!”, “iya, pak” jawab Putri. Setelah di depan, Putri berkata “ada apa, pak?”, “bab ini memerlukan praktek” balas sang guru. Putri tersenyum karena dia sudah merasa horny, lalu Putri berbaring di salah satu meja dan melebarkan kakinya sehingga vaginanya terlihat jelas oleh gurunya yang berada tepat di depan vaginanya. Gurunya langsung menjilati vagina Putri, sang guru memasukkan lidahnya ke dalam vagina Putri lalu menjilati klitoris Putri hingga Putri mendesah “aaaahhhhh….. te,,,,ruuu,,,,,ssss,,,,paaaaa,,,,kkkk!!!!”, sang guru terus memainkan lidahnya didalam vagina Putri, lalu dia menjilati di sekitar bibir vagina Putri, sementara itu puting Putri dihisap dan digigiti bergantian oleh teman-temannya baik cewek maupun cowok. 15 menit kemudian, tubuh Putri mengejang, lalu Putri berteriak “aaaahhh….,,!!!” menandakan orgasmenya yang pertama lalu sang guru melahap cairan Putri dengan rakus sampai terdengar bunyi “sluuurrrppp….”, setelah cairan Putri habis diminum oleh gurunya lalu sang guru mundur dan menyuruh murid-murid yang lain untuk menjilati vagina Putri.

Sudah 2 jam, vagina Putri banjir oleh cairannya sendiri dan juga ludah teman-temannya, 15 menit sebelum bel berakhir, sang guru menghujamkan ******nya ke dalam vagina Putri, karena vagina Putri sudah licin, ****** sang guru meluncur masuk ke dalam vagina Putri dengan mudah. Sang guru terus memompa ******nya di dalam vagina Putri, Putri mendesah “aaaahhh…..aaaahhhh……aaaahhh…..”, 15 menit kemudian, sang guru mempercepat sodokannya, tak lama kemudian sang guru berteriak “aaakkhh….kelu……aaarrr!!!” lalu sang guru menyemburkan spermanya ke dalam vagina Putri, bersamaan dengan itu bel pun berbunyi. Sang guru langsung keluar, sedangkan murid-murid yang lain langsung meninggalkan kelas biologi dan menuju kelas seni.

Sementara itu, Putri bangkit dengan selangkangan yang basah karena cairan vaginanya, sperma sang guru, dan air ludah semua temannya dan pergi ke kamar mandi. Kamar mandi di sekolah itu sangat lengkap, ada shower, wc, dan juga bathtubnya (maklum ceritanya kan sekolah anak kaya jadi fasilitasnya lengkap), dan juga WC cewek digabung dengan WC cowok, supaya para cowok bisa sekalian *******in cewek di kamar mandi. Saat Putri masuk ke kamar mandi ada 5 cowok sedang buang air kecil, Putri langsung berkata “ayo sini, ******nya gw cuciin pake mulut gw”, ke 5 cowok tersebut langsung mendekati Putri yang sudah berjongkok, Putri langsung memasukkan ****** pertama ke mulutnya, Putri langsung merasakan air seni di mulutnya, dan ketika Putri sedang asyik-asyiknya menghisap ****** yang ada di mulutnya, tiba-tiba ****** itu menyemburkan air seni ke dalam mulut Putri, tanpa ragu-ragu Putri langsung meminumnya, dan begitu seterusnya sampai ke 5 cowok itu menyemburkan air seni ke mulut Putri, lalu tubuh Putri ‘dikeroyok’ oleh ke 5 cowok itu, dan ke 5 cowok itu menyemburkan maninya ke vagina Putri secara bergantian, setelah selesai ke 5 cowok itu keluar dari WC, sedangkan Putri masih tergeletak di lantai kamar mandi tersebut.

Putri langsung berdiri dan menuju ke shower, lalu Putri mandi di bawah shower sambil membersihkan vaginanya yang sudah penuh dengan sperma. Setelah selesai, Putri menuju ke kelas seni, ternyata disana guru & teman-temannya sedang melakukan pesta sex. Putri langsung ikut pesta sex itu. Setelah bel berbunyi, pesta sex itu selesai.

Setelah pulang sekolah, guru cowok, semua murid cewek dan cowok, dan karyawan berkumpul di aula yang besar dan melakukan pesta sex yang bisa-bisa sampai 5 jam atau lebih, dan sudah pasti vagina, anus, dan mulut Putri lah yang paling banyak dimasuki penis karena vagina dan anus Putri sangat sempit sehingga semua cowok suka dengan vagina & anus Putri lagipula Putri adalah yang tercantik dan juga paling jago dalam hal memainkan penis di mulutnya, tubuh Putri sampai dientot oleh semua cowok di sekolah baik guru, murid-murid cowok, dan para karyawan. Dan setelah selesai cewek-cewek itu saling menjilati tubuh mereka yang sudah berlumuran sperma satu sama lain, sedangkan para cowok di ruangan itu ada yang memotret, ada yang memfilmkannya, bahkan ada yang mengencingi mereka. Setelah selesai, para cewek dimandikan para cowok, kemudian para cewek memakai seragam yang berguna untuk menipu ortu mereka, dan mereka pulang ke rumah masing-masing. Dan hari keesokannya sudah pasti sama yaitu sex tanpa henti bagi cewek, dan memasuki vagina cewek muda yang sempit dan kesat kapan saja bagi para cowok, guru cowok, dan karyawan.

Yah, itulah sekolah idaman, mudah2an Indonesia menganut paham “setelah sex, pikiran jadi ‘plong’ sehingga mudah menerima pelajaran”, yang akan membuat para cewek tidak boleh memakai sehelai benang pun jika ke sekolah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.