Archive for the Karya Dina_nakal Category

Bunga 2 : Berkunjung ke desa I

Posted in Karya Dina_nakal on 15 Maret, 2008 by elilagi

“hhhooaahhmm,,”, aku menguap sehabis bangun tidur. Mataku masih kerenyep-kerenyep sehabis bangun tidur, lalu aku meraih jam dan melihat jam berapa sekarang.
“ya ampun, udah jam segini, mampus gue”, aku kaget setengah mati melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, padahal waktu pengambilan rapor adikku jam 10.15, makanya aku langsung loncat dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi sambil membuka kaosku. Aku mandi cepat-cepat dan membersihkan tubuhku sintalku agar menjadi segar dan wangi. Aku keluar dari kamar mandi dan langsung mengeringkan badanku dengan handuk. Setelah kering, aku langsung memakai baju yang tersisa di lemariku yaitu kaos putih dan celana jeans. Saking terburu-buru, aku lupa memakai cd dan bh sehingga puting dan bentuk payudaraku yang bulat tercetak jelas di kaosku. Aku langsung mengunci pintu rumah, lalu menuju garasi untuk mengeluarkan mobil. Setelah mobilku keluar dari garasi dan sudah berada di depan gerbang rumah, aku keluar kembali untuk mengunci gerbang rumah, kemudian aku langsung masuk ke dalam mobil lagi dan menginjak pedal gas dalam-dalam alias ngebut.
Baca lebih lanjut

Bunga : Para Peronda Malam

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Namaku adalah Bunga Putri Laura, umurku baru saja menginjak 19 tahun, aku memiliki wajah yang dibilang cukup lumayan karena banyak cowok yang melirikku dari yang wajahnya tampan sampai yang wajahnya biasa-biasa saja. Aku sering merawat tubuhku mulai dari menyabuninya dengan sabun khusus, selalu ke spa, fitness, luluran, dan lain-lain sehingga sekarang aku bisa menuai hasil dari kerja kerasku untuk merawat tubuh, kini aku mempunyai kulit yang putih halus, payudara berukuran 34C, dan pantatku yang kencang dan kenyal. Aku memiliki hobi yang aneh sejak kecil, aku suka sekali jika bagian tubuhku terbuka sedikit sehingga para laki-laki melihatku dengan pandangan buas, entah darimana hobiku itu berasal, yang hobiku itu muncul ketika tubuhku sudah mulai berkembang yaitu ketika aku duduk di kelas 2 SMP.Di kampusku juga aku selalu menjadi pusat perhatian, sebetulnya aku tidak menjadi pusat perhatian di kampusku saja, tapi setiap tempat yang kudatangi, para pria langsung melirikku. Aku mempunyai adik perempuan yang bernama Rini. Dia masih duduk di kelas 2 SMP, dia selalu mengikuti gayaku, yah bisa dibilang dia mengidolakanku, maklum namanya juga anak SMP. Suatu hari, Rini sudah selesai ulangan dan hari Sabtu besok dia bagi rapor tengah semester (sistem pendidikan yang sekarang), tapi Sabtu besok kedua orangtuaku ada urusan bisnis jadi terpaksa aku yang disuruh mengambil rapor adikku.
“ah,, yah,, males ah,, aku kan mau jalan-jalan besok”.
“ntar papa kasih duit deh”.
“nah,, kalau itu baru ada pertimbangan, tapi berapa yah?”.
“seceng,,”, kata ayahku sambil tersenyum.
“yee,, kalo gitu gak jadi”.
“cuma be’canda,, ntar papa kasih 200 ribu,, kamu mau gak?”.
“ok,, thank’s yah”.

Baca lebih lanjut

Menjadi Asisten Dukun Hi-Tech

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Scene I : Perkenalan Karakter

“Vi, mau gak jadi pacar gue?”, tanya Wawan.
“emm,, sori nih Wan, tapi gue lagi gak mood punya cowok”, jawabku.
“emang kenapa?”.
“ya lagi males aja”.
“please,,,”.
“kan masih banyak cewek di kampus ini”.
“ya, tapi yang paling cantik disini kan lo”.
“ah, udah ah, gue lagi buru-buru nih”.
“Vina,,tunggu”. Aku tak mengindahkan panggilan Wawan dan pergi meninggalkannya. Wawan memang sangat tergila-gila padaku seperti laki-laki lainnya di kampusku, bahkan aku sempat melihat isi tasnya dan menemukan buku yang aneh, setelah kubuka ternyata isinya adalah biodataku.

Isi buku itu :
Nama : Vina Larasati
TTL : Bandung, 2 Desember 1987
Berat : 49 kg
Tinggi : 168 cm
Zodiak : Sagitarius
Hobi : baca, makan bakso, godain cowok
Warna favorit : Ungu, putih
Makanan favorit : bakso, pangsit, roti
Minuman favorit : jus alpuket, tequila
Artis idola : Beyonce, Christina Aguilera, Kangen Band
Tempat favorit : Blitz Megaplex, Komik kafe
Ukuran bh : 34B
Nama Ayah : Kusuma Chokro Aminanto
Nama Ibu : Mona Deliawati
Dan masih banyak lagi, tak kusangka bahkan dia lebih tau tentang aku daripada diriku sendiri.

Baca lebih lanjut

Dynasty Warrior 2

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Setelah semua pasukan dan jendralnya sudah cukup, kami pun sudah siap-siap untuk mengambil sebuah kota untuk pasukan sang pujaan hatiku yaitu Lu Bu. Tak kusangka, ada seorang jendral yang tak kuduga akan bergabung dengan pasukan kami yaitu Chen Gong, salah satu ahli pikir yang merupakan penasihat dari pasukan Cao Cao. Alasan dia bergabung dengan kami yaitu dia melihat kekejaman Cao Cao sehingga dia jadi benci sekali dengan Cao Cao.
“tuan Lu Bu,,saya punya gagasan bagus !”.
“cepat katakanlah, Chen Gong”.
“bagaimana kita ambil kota Pu Yang dari Cao Cao”.
“baiklah, ayo kita ambil Pu Yang”. Lalu kita berangkat menuju Pu Yang dengan jumlah jendral dan pasukan yang seadanya. Ternyata, dewi fortuna memihak pada kami, Cao Cao dan sebagian besar pasukan dan jendralnya sedang pergi memerangi Tao Qian karena salah satu jendral dari pasukan Tao Qian telah membunuh ayah Cao Cao sehingga membuat Cao Cao marah besar dan langsung mendeklarasikan Tao Qian sebagai musuhnya.

Cao Cao yang sangat marah menyerang pasukan Tao Qian dengan kekuatan penuh sehingga hanya tinggal beberapa ribu pasukan dan sedikit perwira yang menjaga Pu Yang. Dengan kekuatan berperang seperti Lu Bu, Zhang Liao, Gao Shun dan lain-lain, kami dengan mudah menyerang hingga ke gerbang kota. Tiba-tiba gerbang terbuka dan ada seseorang disana, namanya Cheng Miao. Rupanya dia adalah salah satu perwira pasukan Cao Cao dan ingin berkhianat dan menjadi bawahan Lu Bu. Karena pengkhianatan Cheng Miao, kami dengan mudah mengambil Pu Yang. Malam harinya, kami semua mengadakan pesta karena keberhasilan kami merebut Pu Yang, dan tentunya setelah pesta aku dan Lu Bu pergi ke kediaman Lu Bu di Pu Yang yang baru dibelinya.
“Lu Bu, akhirnya kita punya kota sendiri untuk diperintah”.
“benar sekali, Diao Chan, aku senang sekali”.
“kalau begitu mari kita rayakan, malam ini akan aku berikan sesuatu yang spesial”.
“apa itu, Diao Chan?”.
“kamu akan kuperbolehkan untuk menikmati lubang anusku”.
“tapi apa kamu yakin? apa nanti kamu tidak takut terluka?”.
“tidak apa-apa, untukmu segalanya akan kuberikan”.
Baca lebih lanjut

Dynasty Warrior 1

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Namaku adalah Diao Chan, aku adalah anak dari Wang Yun yang merupakan seorang ahli pikir yang sangat pintar. Sejak kecil aku menjadi pusat perhatian di sekolah karena wajahku yang luar biasa cantik. Aku terus belajar agar aku bisa menyaingi kepintaran ayahku. Umur 19 tahun aku menyelesaikan sekolahku dan belajar sedikit bela diri karena sangat penting bagiku yang memiliki wajah yang cantik untuk bisa membela diri jika ada laki-laki hidung belang yang menggodaku. Bersamaan dengan lulusnya aku dari sekolah, ayahku, Wang Yun, menjadi anak buah dari Dong Zhuo yang merupakan raja yang sedang dalam masa keemasannya. Dong Zhuo sering dipanggil ‘Raja Babi’ karena dia memang mempunyai hidung besar, wajah yang jelek, dan perut yang buncit, ditambah lagi sifatnya yang rakus, aku rasa sebutan itu memang cocok untuknya. Terdengar kabar kalau para raja-raja dari daerah lain berencana untuk menghancurkan kekuasaan tirani Dong Zhuo, mendengar hal ini, Dong Zhuo langsung merekrut Lu Bu dengan imbalan Red Hare, kuda yang bisa lari sejauh 500 km dalam sehari.

Keesokan harinya, tentara sekutu yang terdiri dari Liu Bei dan saudara-saudara angkatnya, keluarga Sun, Cao Cao dan pasukannya, serta Yuan Shao sebagai pemimpin tentara sekutu sudah mulai bergerak menuju Lou Yang. Dong Zhuo langsung menyuruh Hua Xiong menghadang tentara sekutu, sementara Lu Bu menunggu di Hulao Gate untuk menghancurkan sisanya. Aku jadi penasaran bagaimana rupa Lu Bu, yang menurut rumor Lu Bu adalah orang terkuat di Cina dan bisa mengalahkan 5000 orang jika dia sudah mulai bergerak. Aku menunggu di depan gerbang kota supaya aku bisa melihatnya. Beberapa Perwira sudah melewatiku dan aku belum melihat kuda berwarna merah yang disebut-sebut sebagai Red Hare itu. Akhirnya, aku melihat seorang perwira menaiki kuda merah mendekati pintu gerbang. Orang itu sangat gagah dan besar, wajahnya juga tampan, dia melemparkan senyuman kepadaku, aku memberikan senyuman juga kepadanya, dalam waktu yang cepat aku tau kalau dia adalah Lu Bu.

Setelah melihatnya, aku langsung pulang sambil bertanya-tanya apakah penisnya cukup besar dibanding badannya yang gagah itu dan aku pun mulai membayangkan bagaimana kalau Lu Bu telanjang. Tak lama kemudian, ayah pulang dan membawa kabar kalau pasukan Dong Zhuo dipukul mundur oleh tentara sekutu bahkan Hua Xiong tewas dalam pertempuran dan Lu Bu berhasil dipukul mundur oleh kerja sama Guan Yu, Zhang Fei, dan Liu Bei. Karena terdesak, Dong Zhuo memerintahkan semua bawahannya untuk memindahkan kekuasaan pasukannya ke kota Chang An dan menyuruh Lu Bu untuk mengambil semua harta dari penduduk Luo Yang dan membakar Luo Yang. Dong Zhuo berhasil memindahkan kekuasaannya ke Chang An dan memukul mundur pasukan Cao Cao yang mengejarnya dengan serangan penyergapan dari Xu Rong yang akhirnya terbunuh juga. Takut tak ada kesempatan lagi, pasukan sekutu mulai merencanakan untuk menghancurkan pasukan Dong Zhuo dari dalam. Ayahku yang mulai benci kepada Dong Zhuo mengirim pesan kepada Yuan Shao kalau dia setuju untuk membantu pasuka sekutu. Ayahku memikirkan bagaimana caranya membunuh Dong Zhuo, akhirnya dia mendapat ide untuk menggunakan anak angkat Dong Zhuo yaitu Lu Bu. Ayahku menyuruh aku untuk mendekati Dong Zhuo dan Lu Bu.
Baca lebih lanjut

Gadis Pemuas : Program Diet

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Setelah 2 tahun sejak aku mendapat kecelakaan, sekarang aku sudah kuliah mengambil jurusan design graphis karena memang itulah hobiku. Tak disangka sejak kejadian itu, tubuhku sekarang menjadi tambah sekal saja karena payudaraku kini berukuran 36B dan bongkahan pantatku semakin kencang dan padat, juga kulitku semakin putih karena aku rajin merawat tubuhku. Oh ya, gara-gara kejadian kecelakaan pesawat 2 tahun lalu, aku bisa mengeluarkan susu dari putingku meskipun umurku baru 19 tahun dan aku juga belum pernah hamil, ini dikarenakan aku meminum suatu ramuan dari suku yang merawatku ketika aku terdampar di sebuah pulau. Dan 7 bulan lalu aku mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan aku menjadi mandul, aku sedih karena rencanaku sehabis kuliah aku ingin mencari pendamping hidup dan mengakhiri petualangan-petualangan gilaku, tapi ternyata takdir berkata kalau aku tidak boleh berhenti menjalani petualangan sex yang gila.

Sebenarnya aku sudah bosan karena dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai kuliah aku menjadi primadona, tapi apa mau dikata, mungkin sudah menjadi kodratku. Dan resikonya menjadi primadona, ya banyak cowok yang berusaha pdkt padaku, mulai dari cowok kaya, cowok ganteng, bahkan sampai cowok yang pinter berusaha mati-matian untuk dekat-dekat denganku. Tapi dari mereka semua tak ada yang kuanggap serius karena aku memang malas punya pacar, dan temanku tidak hanya cowok saja tapi temen cewekku juga segudang karena aku tidak pernah menolak siapapun yang ingin berteman denganku. Ada satu cowok gendut yang selalu diam sendirian, dan dia gemetaran jika kuajak bicara, aku malah jadi penasaran dengan cowok gendut yang biasa dipanggil ‘Big Mac’ itu, dan kebetulan ada tugas final yang harus dibuat oleh 2 orang dalam 1 kelompok. Setelah dosen keluar, para cowok & cewek yang ada di kelas datang ke mejaku untuk memintaku sekelompok dengan mereka, tapi aku ingin menyelidiki si ‘Big Mac’ ini.

Baca lebih lanjut

Kembar Pemangsa : Tukang Parkir

Posted in Karya Dina_nakal on 5 Maret, 2008 by elilagi

Aku bernama Mitha, umurku 19 tahun, aku adalah seorang mahasiswi biasa tapi banyak yang menyaranku menjadi model karena aku mempunyai tinggi yang semampai, perut ramping, kulit putih mulus, wajah cantik, dan body yang bisa membuat para cewek yang lain iri sementara para cowok akan menelan ludah melihat bodyku karena bongkahan pantatku kencang dan padat, dan juga payudaraku berukuran 36C, tapi aku tidak mau karena aku malas menjadi model. Aku juga mempunyai saudara kembar yang identik denganku, namanya Meytha, umurnya juga 19 tahun. Meytha mempunyai hidung yang mancung, alis yang tipis, dan bibir tipisnya yang sering dihiasi oleh lipgloss rasa apel. Kami sama dalam segala hal mulai dari wajah, sifat, kepintaran, bentuk tubuh, bahkan sampai ukuran payudara kami juga sama yaitu 36C. Kami memang sengaja tidak membedakan penampilan kami karena aku sering bertukar posisi dengan Meytha dalam hal mata kuliah, aktifitas, pacar, mengerjai teman, dan bahkan dalam menghadapi pacar yang kadang-kadang menyebalkan. Kami juga sangat suka sex karena keperawanan kami dirampas oleh pacar kami masing-masing dan sejak itu kami jadi ketagihan dengan sex.Meskipun aku dan Meytha mempunyai banyak teman cewek ataupun cowok, tapi kami lebih suka berjalan berdua saja karena terasa lebih nyaman untuk membicarakan hal-hal pribadi ke saudara kita sendiri daripada ke teman se gengku ditambah lagi Meytha adalah saudara kembarku, tentu saja dia lebih mengenalku daripada orang lain. Di geng, aku dan Meytha dianggap sebagai ketua karena kami paling cantik diantara yang lain, meskipun sangat terkenal di kampus kami tidak pernah membedakan teman bergaul, kalau orang itu baik dan ramah kepada aku maupun Meytha, pasti kami juga baik kepadanya meskipun orang itu tidak populer.

Aku berjalan berdua dengan Meytha ke tempat parkir karena mata kuliah kami untuk hari ini sudah selesai. Selama kami berjalan ke tempat parkir, banyak teman-teman cowok memperhatikan kami, mungkin mereka mengkhayal betapa beruntungnya jika mereka bisa berada di tengah-tengah kami dan menggandeng tangan kami.
“Mey, gimana kalau kita shopping dulu bentar?”.
“ah, gak ah, gue capek banget nih, gimana kalau kita ke cafe aja?”.
“yaudah, boleh juga, yuk”. Ketika aku dan Meytha membuka pintu mobil, ada seorang lelaki yang mendekati kami, dan itu adalah pacar Meytha, tapi Meytha sudah benci pada pacarnya itu karena Meytha pernah melihat pacarnya bermesraan dengan cewek lain.
“Mey sayang, tunggu !!”.
“ada apa lagi sih, aku udah bilang, aku gak mau ngomong lagi ama kamu!!”.
“Mey, tunggu, aku mau jelasin soal cewek yang kamu lihat waktu itu”.
“jangan ngomongin itu lagi,, pokoknya sekarang kita putus!! Mit, ayo kita tinggalin cowok berengsek ini”. Lalu aku dan Meytha masuk ke dalam mobil, kemudian aku langsung mengunci pintu mobil sementara si -mantan pacar- Meytha masih mencoba untuk membuka pintu.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.